The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Soal Kasus Rasisme Natalius Pigai, Roy Suryo: Kritis Jika Salah Memaknai Bisa Bahaya!
Roy Suryo bela Natalius Pigai. (photo/Instagram/@abdulhamidinfo)
News

Soal Kasus Rasisme Natalius Pigai, Roy Suryo: Kritis Jika Salah Memaknai Bisa Bahaya!

Kamis, 07 Oktober 2021 18:32 WIB 07 Oktober 2021, 18:32 WIB

INDOZONE.ID - Eks Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai bakal dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tudingan rasis. Hal ini merupakan buntut dari cuitan Pigai sebelumnya.

Sebelumnya, Pigai sudah mengklarifikasi cuitannya tersebut dengan menyebut tidak bermaksud rasis.

Terkait hal itu, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo memberikan komentarnya. Menurut Roy Suryo, cuitan di Twitter dibatasi 140 karakter, sehingga perlu dijabarkan dengan lugas, jelas, dan tegas.

"Ini kan masalahnya ada di Twitter. Twitter berbasis 140 karakter. Orang harus cerdas dan juga bernas dalam menulis di Twitter. Memang betul apa yang ditulis Bang Pigai ini bahasanya kritis. Kritis itu artinya salah memaknai sedikit memang bisa berbahaya," ucap Roy dalam video 'Pigai Berikan Klarifikasi Terkait Cuitannya, Roy Suryo: Ini Pentingnya Tanda Baca!' yang diunggah oleh kanal YouTube tvOneNews.

Roy Suryo menambahkan, apabila Jokowi dan Ganjar merasa tersinggung, maka keduanya bisa menyeret Pigai ke ranah hukum. Namun yang terjadi, malah relawan keduanya yang melaporkan Pigai.

"Namun, saya percaya Pak Jokowi dan Mas Ganjar itu orang yang baik, lembut. Mungkin akan anggap, ah ya sudahlah," tutur Roy.

Roy mengatakan, dirinya mengerti maksud cuitan Pigai. Menurutnya, cuitan itu ditujukan kepada Jokowi dan Ganjar bukan ke spesifik orang Jawa Tengah.

"Jadi, tidak terkait dengan provinsinya. Tapi, kebetulan Pak Jokowi dan mas Ganjar orang Jawa Tengah. Pak Ganjar itu orang Purworejo, Kebumen. Pak Jokowi Solo," jelas pakar telematika tersebut.

Namun, ia mengingatkan lagi dalam nge-tweet mesti memperhatikan pungtuasi, yaitu tanda baca yang digunakan secara konvensional untuk memisahkan pelbagai bagian dari satuan bahasa tertulis seperti koma, titik dua, titik.

"Kalau saya melihat, saya harus cerdas membaca kata ya. Bahwa koma itu memang penting. Jadi, pungtuasi itu penting," sebut Roy.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Victor Median
JOIN US
JOIN US