The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jokowi Akui Investasi Tak Bisa Diharapkan untuk Pertumbuhan Ekonomi
Presiden Jokowi (Foto: Twitter @KemensetnegRI)
News

Jokowi Akui Investasi Tak Bisa Diharapkan untuk Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah harus mempercepat pembelanjaan.

Rabu, 15 Juli 2020 22:18 WIB 15 Juli 2020, 22:18 WIB

INDOZONE.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan saat ini investasi tidak bisa diharapkan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk memutar roda ekonomi, Presiden justru mengharapkan pemerintah bisa mempercepat pembelanjaan.

"Kita tidak bisa mengharapkan lagi yang namanya investasi, itu pasti minus pertumbuhannya. Yang bisa diharapkan sekarang ini, semua negara hanya satu yang diharapkan yaitu belanja pemerintah, spending kita," kata Jokowi seperti dlansir Antara, Rabu (15/7/2020).

Dalam kesempatan pengarahan kepada para gubernur mengenai percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020, Jokowi meminta seluruh gubernur tidak mengerem atau menghentikan belanja pemerintah.

"Kuncinya hanya di situ. Enggak bisa lagi kita mengharapkan, sekali lagi, investasi, swasta, enggak. Karena ini munculnya memang harus dari belanja pemerintah," tegas Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan kredit perbankan yang dulu bisa tumbuh 12 persen, 13 persen atau 8 persen, juga tidak bisa lagi diharapkan untuk saat ini.

"Sekali lagi, belanja pemerintah. Oleh sebab itu, saya berharap, belanja-belanja yang ada ini, harus dipercepat. Karena itu akan menaikkan konsumsi domestik kita, konsumsi rumah tangga kita yang di kuartal kedua ini turun, anjlok," ujarnya.

Jokowi mengaku selama ini telah melakukan pengecekan terhadap anggaran pembelanjaan setiap instansi. Bahkan uang pemda yang ada di bank dinilai berjumlah Rp170 triliun atau masih sangat besar.

"Gede sekali ini. Saya sekarang cek harian. Kementerian saya cek harian, berapa realisasi, ketahuan semuanya. Kemarin saya ulang lagi, ini enggak ada peningkatan, saya baca semuanya sekarang. Kementerian ini berapa persen, belanja modalnya baru berapa persen. Harian pun sekarang ini saya pegang, provinsi, kabupaten, dan kota," kata Presiden.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Edi Hidayat

Edi Hidayat

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US