Saat Cangkul Bikin Presiden Jokowi Sewot
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Antara/Galih Pradipta)
News

Saat Cangkul Bikin Presiden Jokowi Sewot

Kok bisa?

Muhammad Wirawan Kusuma
Rabu, 06 November 2019 16:18 WIB 06 November 2019, 16:18 WIB

INDOZONE.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti pengadaan barang melalui impor untuk komoditas. Padahal, barang tersebut masih bisa diupayakan untuk dihasilkan dari dalam negeri.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2019 di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Rabu (6/11).

"Misalnya urusan pacul, masak masih impor? Apakah tidak bisa didesain industri UKM kita untuk buat pacul? Apakah negara kita yang sebesar ini, yang industrinya sudah berkembang, benar pacul itu harus impor? Ini tolong didesain," kata Jokowi.

Menurutnya, impor barang memang memiliki sejumlah keuntungan, seperti harga yang relatif terjangkau. Namun, kebijakan itu justru menutup peluang terciptanya lapangan kerja.

"Jadi pengadaan barang dan jasa itu bisa jadi strategi untuk membangun industri kecil yang berkaitan dengan barang," ujar Presiden.

Dalam program lima tahun pemerintahannya ke depan, Presiden Jokowi memang ingin mengurangi defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan. Salah satu caranya adalah dengan melakukan substitusi barang-barang impor.

Tentunya langkah ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor yang pada akhirnya mengurangi defisit yang terjadi.

"Sehingga kemudian petakan mana yang dapat diproduksi di dalam negeri secara utuh. Harus dipetakan secara detail mana yang di sini, mana yang impor," tuturnya.

Pada 2016, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI), ditunjuk Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, merealisasikan impor perdana satu kontainer cangkul asal China. Penyebabnya, selama ini cangkul yang masuk ke Indonesia adalah cangkul ilegal. 

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, mengimpor kepala cangkul pada Juni 2016 dengan izin tersebut berakhir pada Desember 2016. Dari total izin impor kepala cangkul 1,5 juta unit, realisasi impornya hanya sebesar 5,7 persen atau 86.190 unit.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Muhammad Wirawan Kusuma
TERKAIT DENGAN INI
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU