Anies Baswedan Berpotensi Dipidana 3 Tahun Penjara Karena Pose 2 JariANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan

Anies Baswedan Berpotensi Dipidana 3 Tahun Penjara Karena Pose 2 Jari

INDOZONE.ID - Bawaslu Kabupaten Bogor mengatakan bahwa ada tindakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang dianggap menguntungkan salah satu calon dalam Pilpres 2019. Momen ini terjadi saat dia menghadiri Konferensi Nasional Gerindra di Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).

Di acara itu, Anies memberikan pose dua jari yang diduga sebagai bagian kampanye pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jika dugaan ini terbukti benar sebagai, maka Anies terancam penjara 3 tahun sesuai Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah mengatakan Anies berpotensi melanggar Pasal 547 dalam UU Pemilu. Bawaslu Kabupaten Bogor tak hanya memeriksa pose itu saja, tapi juga kehadiran dan pernyataannya dalam acara itu.

Dalam Pasal 547 UU Pemilu disebutkan, pejabat yang dengan sengaja melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye, dipidana tiga tahun penjara dan denda Rp 36 juta.

Namun, belum ada keputusan atas hal ini karena Bawaslu masih meninjau jawaban Anies atas 27 pernyataan yang diajukan. Namun, Anies menegaskan dia tidak melanggar aturan kampanye. Dia sudah izin ke Kemendagri untuk pergi ke acara itu dan tidak mengajak warga memilih Prabowo-Sandi.

"Setiap orang bisa memiliki interpretasi atas simbol. Normalnya kalau orang mengatakan dua jari ya pakai jari telunjuk dan jari tengah dan selama ini juga pasangan (calon) selalu menggunakan dua itu," ujar Anies.

Sebelumnya, kehadiran Anies dalam konferensi itu menuai kontroversi karena hadir saat jam dinas. Dia juga mendaoakan agar Prabowo-Sandi mengulang sukses seperti Pilkada DKI Jakarta. Dan puncaknya saat dia mengacungkan pose dua jari.