The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ditanya Najwa Shihab soal Pembebasan Napi Koruptor, Menteri Yasonna Sewot
Seorang warga menyaksikan Rapat Kerja (Raker) Komisi III dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) melalui live streaming di Jakarta, Rabu 1 April 2020. (ANTARA/Dhemas Reviyanto)
News

Ditanya Najwa Shihab soal Pembebasan Napi Koruptor, Menteri Yasonna Sewot

Menteri Yasonna merasa heran.

Senin, 06 April 2020 11:05 WIB 06 April 2020, 11:05 WIB

INDOZONE.ID - Revisi PP 99/2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan yang diusulkan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly kini menjadi sorotan publik. Betapa tidak, revisi PP itu diajukan untuk membebaskan para narapidana akibat mewabahnya virus corona (Covid-19).

Namun, Menteri Yasonna merasa heran dengan tuduhan berbagai pihak tentang pembebasan koruptor melalui revisi PP 99/2012. Pernyataan itu diucapkan Yasonna saat melakukan percakapan via WhatsApp dengan seorang wartawan senior, Najwa Shihab.

"Saya heran dengan tuduhan tak berdasar Najwa, tentang pembebasan koruptor. Suudzon banget, sih, provokatif dan politis. Belum ada kebijakan itu. Tunggu, dong, seperti apa," isi pernyataan Menteri Yasonna kepada Najwa yang diunggah di Instagram @najwashihab, Minggu 5 April 2020.

"Itu sapaan awal Menteri Yasonna ke saya tadi malam melalui aplikasi WA sembari mengirimkan rilis keterangan pers. Menurut Menteri Yasonna, pembahasan revisi PP 99/2012 soal pembebasan napi koruptor karena alasan COVID-19 belum dilakukan," tulis Najwa menimpali pernyataan Menteri Yasonna.

Dalam keterangan pers yang dibagikan Menteri Yasonna dijelaskan jika hal ini baru usulan yang akan diajukan ke Presiden dan bisa saja presiden tidak setuju.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Najwa Shihab (@najwashihab) on


Menurut Yasonna, pemerintah bila ingin mengurangi over kapasitas di Lapas memang dimungkinkan dengan revisi PP 99/2012. Namun dengan kriteria syarat begitu ketat.

Yasonna menjelaskan, dalam RDP dengan Komisi III DPR melalui teleconference pada 1 April 2020, napi kasus korupsi yang berusia di atas 60 tahun dan sudah menjalani 2/3 masa pidana ada sebanyak 300 orang. 

Menteri Yasonna berdalih pihaknya berhati-hati terkait hal ini karena pertimbangan kemanusiaan usia di atas 60 tahun. Sebab daya imun tubuh lemah. 

"Kami masih exercise (usulan revisi itu). TIDAK gegabah. Beda dengan media, gegabah, berimajinasi dan provokasi,” kata Yasonna.

Najwa berpendapat, Menteri Yasona agak berlebihan terkait hal itu. 

"Kami sama sekali tidak berimajinasi. Pemberitaan media muncul dari rapat resmi Menkumham dengan Komisi 3 DPR melalui teleconference pada 1 April 2020. Semua keterangan soal usulan revisi PP No 9/2012 yang menyebut kriteria dan syarat yang memungkinkan pembebasan napi koruptor berasal dari penjelasan Menteri Yasonna sendiri dalam rapat itu," urai Najwa. 

Najwa kemudian menjelaskan soal awal mula percakapannya dengan Menteri Yasonna. Dia bertanya kepada Yasonna melalui percakapan WhatsApp, jadi kapan usulan itu akan diajukan ke Presiden? Seperti apa konkritnya revisi PP 99/2012 itu? Bisakah saya mendapat rancangan usulan itu?

"Daftar pertanyaan saya itu muncul sebagai respons atas pernyataan Menteri Yasonna dalam RDP yang menyebut akan melaporkan ke Ratas dan akan meminta persetujuan Presiden soal revisi emergency ini bisa kita lakukan," tanya Najwa kepada Menteri Yasonna.

"Lagi disimulasi. Saya rapat di Menkopolhukam dulu," jawab Yasonna.

Lalu Najwa kembali bertanya kepada Menteri Yasonna mengenai apakah skema dari revisi PP 99/2012 ini akan asimilasi seperti tahanan yang lain?

"Wait and see. Tapi jangan PROVOKASI dulu, ya," jawab Yasonna kembali.

Mendengar jawaban tersebut, Najwa seolah tak menerima karena dianggap dirinya atau media melakukan provokasi terkait ramainya pemberitaan mengenai revisi PP 99/2012.

"Kok, provokasi, Pak Menteri? Saya sedang menjalankan hak sebagai warga negara yang meminta penjelasan dari pemerintah soal topik yang penting ini," kata Najwa.

"Pak Menteri bilang:'wait and see' Baik, jadi kami akan wait and see, Pak. Sambil tetap mempertanyakan dan menggugat berbagai hal yang kami anggap janggal," sambung tuan rumah Mata Najwa itu.

Dalam postingannya, Najwa juga membagikan video saat Menteri Yasonna sedang melakukan RDP dengan Komisi III DPR melalui teleconference pada 1 April 2020.

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Fiddy Anggriawan

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US