The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kisah Penggali Kubur di Jakarta yang Hampir Tak Bisa Istirahat Gara-gara Covid-19
Petugas pemakaman memeriksa lahan makam untuk jenazah pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
News

Kisah Penggali Kubur di Jakarta yang Hampir Tak Bisa Istirahat Gara-gara Covid-19

Kamis, 23 April 2020 10:54 WIB 23 April 2020, 10:54 WIB

INDOZONE.ID - Hingga Rabu (22/4/2020), jumlah warga DKI Jakarta yang terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) adalah sebanyak 3.383 orang.

Sementara itu, jumlah korban meninggal sebanyak 301 orang dan yang berhasil sembuh sebanyak 322 orang. Alhasil, DKI Jakarta menjadi daerah terbanyak kasus positif corona dan korban meninggal di Indonesia.

Ini menyebabkan jumlah pemakaman jenazah di DKI Jakarta juga makin meningkat selama masa pandemi Covid-19. Seorang penggali kubur di Jakarta pun menceritakan kisahnya kepada media asing, Channel News Asia.

Pemakaman jenazah pasien Covid-19
Petugas pemakaman menurunkan peti jenazah pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Senin (30/3/2020) (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Penggali kubur bernama Minar itu menuturkan bahwa dia hampir tak bisa beristirahat karena pekerjaan yang banyak.

Channel News Asia mengangkat kisah Minar dalam artikel bertajuk "I can barely take a break': Gravediggers in Jakarta race against time as deaths linked to COVID-19 rise."

Minar adalah seorang penggali kubur di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. Selama 35 tahun dia menjadi penggali kubur, baru kali inilah dia super sibuk.

Kisah penggali kubur di Jakarta selama masa pandemi corona
Minar, penggali kubur di TPU Pondok Rangon (Dok. pribadi)

"Pekerjaan saya sekarang sangat berbeda... Saya hampir tak bisa istirahat," kata Minar kepada Channel News Asia, Rabu (22/4/2020).

"Sekarang sangat melelahkan, karena ada begitu banyak jenazah tiba setiap hari, jadi aku merasa lelah karena menggali tanpa henti," ujar Minar

Menurut Minar, ada sekitar 80 tukang gali kubur di TPU Pondok Rangon. Mereka semua dibayar oleh Pemprov DKI Jakarta. Biasanya, para tukang gali kubur ini dibagi dalam 4 tim untuk berbagi tugas.

Ada yang menggali kubur, membersihkan makam, memotong rumput, dan membersihkan got. Biasanya, pekerjaan ini dilakukan secara bergantian. Tapi, sekarang yang dilakukan Minar hanyalah menggali dan menggali kubur.

Minar harus menggali lima kubur dalam sehari, dimana untuk satu kuburan membutuhkan waktu penggalian 2 jam. Sebelum pandemi Covid-19, Minar pernah tidak menggali kubur sama sekali karena tidak ada kematian.

Tapi, sekarang kondisinya berbeda dan dia juga harus berpacu dengan waktu karena berdasarkan protokol pemulasaran Covid-19, pemakaman harus dilakukan secepat mungkin untuk meminimalisir penyebaran virus.

Kisah penggali kubur di masa pandemi corona
Minar dan sesama penggali kubur (KA-KBUI 98)

"Saya berpacu dengan waktu. Kadang, ketika jenazah tiba makamnya belum siap. Semuanya harus dilakukan serba cepat sekarang," kata Minar kepada media asal Singapura tersebut.

Meski memakai APD, Minar sebenarnya khawatir dengan penyebaran virus Covid-19. Dia takut akan terinfeksi juga. Namun, tak ada yang bisa dilakukannya untuk itu karena menggali kubur sudah menjadi pekerjaannya.

Dia percaya, menjadi tukang gali kubur juga berarti dia telah berpartisipasi aktif dalam melawan pandemi Covid-19. Minar sendiri dibayar Rp3,6 juta perbulan.

Biasanya, dia mendapat tip dari keluarga yang meninggal. Namun, untuk saat ini sepertinya hal tersebut akan susah didapatkan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US