The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Dedi Mulyadi Ungkap Solusi Atasi Banjir Kalimantan dengan Mempertahankan Kawasan Hutan
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
News

Dedi Mulyadi Ungkap Solusi Atasi Banjir Kalimantan dengan Mempertahankan Kawasan Hutan

Rabu, 01 Desember 2021 21:36 WIB 01 Desember 2021, 21:36 WIB

INDOZONE.ID - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa solusi dalam mengatasi banjir di wilayah Kalimantan dengan mempertahankan kawasan hutan dan memperketat izin.

"Tetapi semuanya harus dibarengi dengan nota kesepakatan bersama untuk memperbaiki tata ruang di Kalimantan," kata Dedi dalam sambungan telepon di Karawang, Rabu (01/12), seperti dilansir Antara.

Ia meminta agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) jujur dalam mengungkapkan hal sebenarnya terkait penyebab banjir di Kalimantan.

"Kami meminta KLHK jujur mengenai kondisi Kalimantan yang sakit akibat masifnya alih fungsi hutan yang menjadi perkebunan atau lokasi tambang. Kita akui saja kalau memang sakit, jangan dibikin argumentasi yang lain,” katanya,

Selain itu, ia mengatakan bahwa selama ini KLHK selalu menyampaikan argumentasi akademis yang sebenarnya penyebab banjir sebenarnya sudah diketahui oleh publik. Salah satunya adalah sedimentasi sungai akibat hutan gundul.

“Panjang sungai dari dulu sampai sekarang tidak berubah, yang berubah lebar dan kedalamannya. Lebar dan kedalaman sungai itu dipengaruhi sedimentasi akibat penebangan hutan. KLHK kalau tidak jujur terus mengemukakan jawaban, sampai kapanpun ini tidak akan selesai masalahnya,” katanya.

Berdasarkan hal tersebut, ia menyampaikan agar KLHK membuka semua data yang ada mulai dari luas hutan, luas penambangan hingga luas hutan yang kini menjadi gundul.

“Menurut saya lebih baik bicara jujur. Kalau mengalami pengurangan kawasan hutan yang berdampak pada tidak ada lagi air yang mampu tertampung oleh kawasan hutan, airnya cepat mengalir, berapa kawasan mengalami penurunan, berapa yang menjadi penambangan. Kemudian kemukakan solusinya apa,” kata Dedi.

Disampaikan bahwa dari tahun ke tahun, pemerintah seakan-akan tidak pernah memberikan solusi terkait banjir dan kerap menyalahkan curah hujan atau hal lainnya. Tidak pernah jujur mengenai kondisi perubahan yang ada.

“Saya ingin dari dulu pemerintah jujur. Bicara Kalimantan apa yang harus kita lindungi, kawasan hutan berapa lagi, kunci langsung. Kalau bicara curah hujan belum kok, karena biasanya itu terjadi Januari-Februari. Kembalilah pada ilmu akademik yang independen. Harus netral,” katanya.

TAG
Zal
Zal

Zal

Editor
JOIN US
JOIN US