The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Alami Krisis Ekonomi, Warga di Afghanistan Jual Anak  Perempuan Demi Bertahan Hidup
Ilustrasi anak perempuan Afghanistan. (REUTERS/Zohra Bensemra)
News

Alami Krisis Ekonomi, Warga di Afghanistan Jual Anak Perempuan Demi Bertahan Hidup

Jumat, 19 November 2021 13:27 WIB 19 November 2021, 13:27 WIB

INDOZONE.ID - Afghanistan kini dihantam kekeringan berkepanjangan. Keadaan itu semakin diperburuk dengan babak belurnya ekonomi usai negara itu diambil alih oleh Taliban.

"Pada tahun 2020, hampir setengah dari populasi Afganistan sangat miskin dan tidak bisa memenuhi kebutuhan seperti nutrisi dasar atau air bersih," menurut laporan UNICEF, dikutip Jumat (19/11).

UNICEF melaporkan bahwa hingga kini jutaan anak masih membutuhkan berbagai kebutuhan penting di antaranya vaksin, polio, pendidikan, tempat tinggal, air dan sanitasi.

Program Pangan Dunia (WFP) di bawah PBB memperkirakan, lebih dari separuh penduduk Afganistan hidup di bawah garis kemiskinan. 

Ada sekitar 22,8 juta dari hampir 35 juta penduduk Afganistan diidentifikasi rawan pangan akut.

Salah satu penduduk di Kabul, Mohammad Ibrahim bahkan harus menjual putrinya yang berusia 7 tahun, di mana uang hasil menjual anaknya itu dipakai untuk membayar utang-utang keluarga.

"Seseorang datang dan mengatakan kepada saya untuk membayar utang atau 'Saya akan membakar rumah Anda hingga jadi abu,'" ujar Ibrahim.

"Dan saya tidak punya pilihan lain dan saya menerima untuk menukarkan anak saya untuk membayar utang sebanyak 65.000 Afghani (sekitar Rp10 juta)." sambungnya.

Di Provinsi Badghis di Afganistan barat, banyak warga yang meninggalkan rumah dan desa mereka karena dilanda kekeringan. Seorang wanita bernama Najeeba, mengaku telah dijual oleh keluarganya dengan harga 50.000 Afghani, atau sekitar Rp7,7 juta.

"Di malam hari sangat dingin dan kami tidak punya apa-apa untuk menghangatkan rumah kami. Kami ingin LSM membantu kami," ujar Najeeba.

"Saya masihlah seorang anak perempuan. Saya punya dua saudara laki-laki, satu saudara perempuan dan seorang ibu. Saya belum mau menikah dan ingin belajar dan mengenyam pendidikan," sambungnya.

Ayah dari Najeeba, tak mempunyai pilihan selain menjual anaknya karena untuk memenuhi kebutuhan.

"Saya tidak punya pilihan lain dan jika kami ditinggalkan, saya terpaksa menjual putri saya yang lain seharga 50, 30 atau bahkan 20 ribu Afghani," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zal
Silvia Marissa
Zal

Zal

Editor
JOIN US
JOIN US