The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Curhatan Pilu Netizen Mudik Dilarang, Penyesalan Mendalam Sekarang Ibunya Udah Nggak Ada
Petugas Kepolisan (kiri) memeriksa truk bermuatan sayur yang membawa pemudik saat melintas di check point penyekatan arus mudik di Tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021) dini hari. (Antara)
News

Curhatan Pilu Netizen Mudik Dilarang, Penyesalan Mendalam Sekarang Ibunya Udah Nggak Ada

Kamis, 06 Mei 2021 18:32 WIB 06 Mei 2021, 18:32 WIB

INDOZONE.ID - Satu penyesalan yang tak bisa dipungkiri, keputusan mudik dilarang oleh pemerintah tahun lalu menimbulkan kepedihan mendalam untuk semua orang, tanpa terkecuali.

Begitu juga tahun ini, di mana mudik juga dilarang mulai berlaku 6-17 Mei 2021, semua transportasi darat, laut dan udara juga mengurangi angkut penumpang demi menekan kasus Covid-19.

Satu cerita pilu diungkap Yana Budiana pada akun media sosialnya saat mudik dilarang menimbulkan kepedihan pada dirinya hingga tidak bisa menemui ibunya yang terlanjur telah berpulang, meninggal dunia.

"Lebaran tahun kemarin saya mau pulang menemui ibu, tapi dilarang mudik. Lebaran sekarang mau pulang juga ngapain, ibu udah enggak ada. Hanya bisa berdoa. Alfatihah buat ibu saya," tulis Yana Budiana seperti yang dikutip Indozone, Kamis (6/5/2021).

Beragam cara pun dilakukan oleh warga yang tetap ingin mudik saat pemberlakuan larangan mudik. 

Mulai dari penyelundupan orang dalam truk sayur hingga sembunyi dalam terpal dalam bak truk. Itu semua dilakukan supaya bisa berkumpul dengan keluarga di kampung.

Namun tetap saja, aksi ini bisa diketahui oleh petugas kepolisian. Para pengendara yang membawa penumpang disuruh putar balik kembali ke tempat asal.

Begitu juga bagi truk barang yang ternyata diketahui menyelundupkan penumpang juga disuruh putar balik.

Nekat melintas tol trans Jawa

Pemerintah telah menerapkan kebijakan pelarangan mudik terhitung sejak 6-17 Mei 2021, namun beberapa bus tanpa stiker dan mobil pribadi masih terpantau melintas di Tol Trans Jawa hingga wilayah Pantura.

Pantauan Antara di Tol Kalikangkung di Kota Semarang, Jawa Tengah, sejak pukul 00.00 WIB sampai 12.00 WIB, Kamis, terpantau tidak ada satupun petugas yang melakukan penyekatan terhadap kendaraan pengangkut penumpang yang keluar-masuk wilayah tersebut.

Padahal pos penyekatan di Tol Kalikangkung merupakan yang terbesar di Kota Semarang, tapi penyekatan justru tidak ada.

Sementara di pintu-pintu keluar tol mengarah ke kota-kota di Pantai Utara Jawa, seperti Tegal juga terlihat tidak ada petugas yang menghentikan laju kendaraan pengangkut penumpang.

Pada awal penerapan pelarangan mudik Lebaran 2021, jenis kendaraan yang melintas di Tol Trans Jawa didominasi kendaraan pelayanan distribusi logistik.

Adapun di jalan arteri Pantai Utara Jawa, beberapa pemudik sepeda motor juga masih terlihat melintas melewati perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah tanpa sekat.

Pemudik berkendara sambil membawa ransel dan paket oleh-oleh. Beberapa pemudik ada yang melakukan perjalanan bersama anak dan istri.

Pada periode larangan mudik 6-17 Mei 2021, semua kendaraan angkutan penumpang mulai dari mobil pribadi, bus hingga sepeda motor dilarang beroperasi. Jika masyarakat melanggar, maka petugas akan memberikan sanksi berupa putar balik ataupun hukuman sesuai ketentuan berlaku.

Kebijakan itu dilakukan guna mencegah penularan COVID-19 yang sering naik saat libur panjang.

Namun, kenyataan di lapangan justru terbalik. Kegiatan penyekatan yang seharusnya berlaku di tiap kota hingga 17 Mei, ternyata hanya efektif berlaku di kawasan Jabodetabek.

Masyarakat yang telah melewati wilayah Jabodetabek tetap bisa meneruskan perjalanan ke kampung halaman tanpa hambatan karena banyak daerah tidak melakukan kegiatan penyekatan.

Artikel menarik lainnya:


TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US