The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Menlu AS Pompeo: Perhitungan Suara Pilpres Mengarah pada Pemerintahan Kedua Trump
Menlu AS Mike Pompeo (REUTERS/Yuri Gripas)
News

Menlu AS Pompeo: Perhitungan Suara Pilpres Mengarah pada Pemerintahan Kedua Trump

Apa maksudnya?

Rabu, 11 November 2020 11:36 WIB 11 November 2020, 11:36 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan akan ada transisi yang mulus ke pemerintahan Donald Trump kedua setelah setiap suara sah dihitung. 

"Akan ada transisi yang mulus ke pemerintahan Trump kedua," kata Pompeo dalam konferensi pers Departemen Luar Negeri pada Selasa (10/11/2020). 

Hal itu dikatakan Pompeo sambil tersenyum. Tak diketahui secara jelas apa maksud dari perkataan Pompeo tersebut, apakah dia bercanda atau tidak. Demikian dilansir dari Reuters.

Baca juga: Drama Pilpres AS, Trump-Biden Sama-sama Menggugat dan Saling Sindir

Dia mengatakan itu ketika para pemimpin dunia, termasuk sekutu dekat Amerika seperti Inggris dan Prancis mengucapkan selamat kepada Presiden terpilih Joe Biden. Dia kemudian berusaha meyakinkan dunia bahwa transisi pasca pemilu Amerika akan berhasil. 

Joe Biden yang akan menjabat pada sebagai presiden 20 Januari 2021, terancam tertunda karena Trump telah berjanji untuk terus maju dengan gugatan hukum jangka panjang atas kekalahannya dalam Pilpres. 

Richard Boucher, seorang pensiunan diplomat yang merupakan juru bicara Departemen Luar Negeri terlama, mengatakan komentar Pompeo tentang pemerintahan Trump yang kedua dapat dianggap sebagai lelucon tetapi juga berfungsi untuk melindunginya dari kritik Gedung Putih.

Eliot Engel dari Partai Demokrat, ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR, mengatakan Departemen Luar Negeri harus mulai mempersiapkan transisi Biden sekarang. 

"Menteri Luar Negeri Pompeo seharusnya tidak bermain-main dengan serangan tak berdasar dan berbahaya terhadap keabsahan pemilihan pekan lalu," katanya.

Dalam perjalanan resmi pertamanya setelah pemilu 3 November, Pompeo akan melakukan perjalanan ke Prancis, Turki, Georgia, Israel, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi antara 13-23 November. Para pemimpin dari beberapa negara tersebut telah memberi selamat kepada Biden.

Artikel menarik lainnya

TAG
Susi Fatimah
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US