The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Viral Netizen Ngaku Korban Pelecehan Seksual oleh Dokter saat Rapid Test di Bandara Soetta
Ilustrasi pelecehan seksual (INDOZONE)
News

Viral Netizen Ngaku Korban Pelecehan Seksual oleh Dokter saat Rapid Test di Bandara Soetta

Dapat respons dokter Tirta.

Sabtu, 19 September 2020 07:27 WIB 19 September 2020, 07:27 WIB

INDOZONE.ID - Salah satu pengguna akun Twitter Lism @listongs menjadi viral dan menjadi perbincangan warganet setelah menuliskan pengakuan menjadi korban pelecehan seksual di Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Dalam tulisannya, Lism mengaku dilecehkan dan diperas yang diduga dilakukan oleh dokter saat menjalani proses rapid test.

"Pemerasan dan pelecehan seksual oleh dokter rapid test di Bandara Soekarno Hatta, terminal 3," tulis lism seperti dikutip Indozone, Sabtu (19/9/2020).

Dalam postingannya, Lism bercerita dugaan pelecehan itu berawal pada hari Minggu 13 September 2020 saat ia akan pergi ke Nias, Sumatera Utara dari Jakarta.

Namun, karena belum sempat melakukan rapid test di hari sebelumnya, sehingga Lism berencana untuk melakukan rapid test di bandara.

"Flightku jam 6 pagi, jadi sekitar jam 4 pagi aku sudah sampai terminal 3 untuk melakukan rapid test. Aku test rapid-nya di tempat resmi yang sudah disediakan oleh bandara soetta," tulisnya lagi.

Awalnya, ia sudah percaya diri jika hasilnya akan non reaktif sebelum melakukan rapid test, mengingat sepekan sebelumnya, ia baru pulang dari Australia.

"Misalpun aku kena covid di Jakarta, aku mikirnya enggak mungkin antibody aku sudah kebentuk dalam waktu 6 hari. Tapi setelah dipanggil masuk untuk mengambil hasil rapid test, dokternya bilang Ig G aku reaktif. Aku bingung saja, hah kok bisa sih, tapi ya sudahlah," ceritanya.

Singkat cerita, Lism justru mengaku mendapat tawaran dari seorang dokter untuk mengubah beberapa data agar tetap bisa terbang ke Nias.

"Habis itu dokternya nanyain, "kamu jadi mau terbang gak?" di situ aku bingung kan, hah kok nanya nya gini.... terus aku jawab lah "lah emangnya bisa ya, pak? kan setau saya ya kalau reaktif enggak bisa lanjut travel". habis itu dokternya bilang "ya bisa nanti saya ganti data-nya"," tulis Lism lagi.

Ternyata, tawaran bantuan tersebut disebut ada imbalannya dengan biaya tambahan senilai Rp1,4 juta dengan hasil test ulang. Hingga akhirnya test ulang pun dilakukan.

Tak berhenti sampai situ, sang dokter pun disebut telah melakukan pelecehan seksual dengan mencium dan meraba payudaranya. Lism pun mengaku tak bisa berteriak, hanya bisa menagis dari dalam hingga hatinya hancur.

"Ingin lari dan teriak tolong tapi gabisa, cuma sanggup untuk menghindar dan pergi dengan alasan flight sebentar lagi boarding. aku kira aku udah aman & terbebas dari dokter bajingan itu, tpi ternyata dia ingin ikut sampai departure gate," jelasnya.

Postingan tersebut langsung mendapat reaksi dari dokter Tirta yang berharap kasusnya dapat selesai.

"Semoga pelaku cepet tertangkap dan diproses sesuai aturan, Ini kami bantu cek di KKI (konsil kedokteran Indonesia) ga ada nama itu kak," tulis @tirta_hudhi.

Namun begitu, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak terkait.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Edi Hidayat

Edi Hidayat

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US