The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Wanita Pelaku Mutilasi di Kalibata City, Pernah Bicara Soal Tuhan dan Surga, Ini Katanya
Laeli Atik Supriyatin (27), salah satu tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi. (Ist)
News

Wanita Pelaku Mutilasi di Kalibata City, Pernah Bicara Soal Tuhan dan Surga, Ini Katanya

Sabtu, 19 September 2020 10:54 WIB 19 September 2020, 10:54 WIB

INDOZONE.ID - Perempuan pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap Rinaldy Harley Wismanu (33), Laeli Atik Supriyatin (27), diketahui memiliki sebuah situs blog pribadi bernama laeliatik.wordpress.com. Di dalam situs blog itu, dia pernah berbicara tentang Tuhan dan surga.

Dia menulis tentang Tuhan dalam tulisannya yang berjudul 'Cara Tuhan Menyapa Manusia '. Di situ dia membicarakan Tuhan dari perspektif sejumlah keyakinan, antara lain Hindu, Buddha, Islam, Kristen, dan Yahudi. Selain itu, dia juga menyebut sedikit tentang ajaran Konfusius.

"Dalam Hinduisme agar hidup lebih sempurna, menyeluruh, universal, dan sepenuhnya manusiawi dimulai dengan menanyakan apa yang manusia inginkan. Budhisme dimulai dengan kesadaran (manusia yg terbangun).  Konfusius dan Tao yang mewakili dua kutub yang berbeda dari karakter China, saling melingkari seperti Yin dan Yang. Salam (Islam) yg berarti kedamaian yg diperoleh karena memasrahkan diri kepada Tuhan. Pencarian Yahudi akan makna yg berakar pada pemahaman mereka mengenai Nan Ada yg mutlak. Kabar Baik yang bergelora didada setiap penganut Kristen dan cinta kasih yg lahir," tulisnya.

Pada bagian akhir tulisannya, dia memberi sedikit kesimpulan mengenai cara Tuhan memperlakukan umatnya yang berbeda-beda agama.

"Orang-orang zaman dahulu yg memperlakukan hasrat mereka akan bumi & jejaring kehidupan sebagai api yg sakral dan utama. Pada akhirnya setiap agama memiliki aturan emasnya masing-masing, jika orang dari berbagai budaya memiliki watak berbeda, Tuhan mungkin mempertimbangkan perbedaan watak semacam itu untuk menyapa manusia dengan berbagai macam agama yang ada didunia," tulisnya.

Sedangkan tulisan mengenai surga dia tuangkan dalam tulisannya yang berjudul "Bangsa Viking dan Optimisme Gue ".

"Gue selalu berfikir mungkin Tuhan lagi negur gue atas kesalahan-kesalahan yang gue lakuin," demikian tulisnya dalam salah satu kalimat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Laeli bersama kekasihnya, Djumadil Al Fajri (26 tahun), melakukan pembunuhan terencana terhadap Rinaldy di sebuah apartemen di kawasan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, pada 9 September 2020.

Singkat cerita, korban (Rinaldy) berkenalan dengan Laeli melalui aplikasi kencan Tinder. Setelah menjalin hubungan melalui seluler, mereka sepakat bertemu di apartemen di kawasan Pasar Baru. Atas dasar ajakan Laeli, mereka menyewa sebuah kamar untuk enam hari, terhitung sejak tanggal 7 September 2020.

Saat Laeli dan Rinaldy masuk ke kamar yang mereka sewa pada 9 September, tersangka satunya, Fajri, sudah berada di dalam, bersembunyi di kamar mandi.

Agar Rinaldy tak masuk ke dalam kamar mandi, Laeli langsung mengajaknya berhubungan badan. Segera setelah Rinaldy ejakulasi, tersangka Fajri keluar dari persembunyiannya dan langsung menghantam kepala Rinaldy tiga kali dengan batu dan menusuk sebanyak 7 kali. Sebelum menghabisi nyawa Rinaldy, mereka sempat melakukan penyiksaan saat meminta kata sandi (password) ponsel korban.

Ist
Rinaldi Harley Wismanu (31) korban pembunuhan dan mutilasi di Kalibata City. (Istimewa)

Setelah memastikan bahwa Rinaldy sudah tak bernyawa. Laeli dan Fajri pergi keluar sebentar untuk membeli  gergaji dan pisau. Dengan alat itu mereka kemudian memutilasi jasad Rinaldy menjadi 11 bagian.

Potongan-potongan tubuh manager HRD perusahaan konstruksi itu lantas mereka masukkan ke dalam kantung kresek sebagian, dan sebagian lainnya ke dalam ransel dan dua koper.

Mereka lantas membawa potongan-potongan tubuh Rinaldy ke Apartemen Kalibata City yang berada di Jalan Raya Kalibata Nomor 1, RT.9/RW.4, Rawajati, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan, dengan menumpang taksi online. Uang dalam rekening Rinaldy kemudian mereka kuras habis.

Perbuatan sejoli ini lantas terungkap pada Rabu malam, 16 September 2020 setelah potongan tubuh Rinaldy ditemukan petugas. 

Penemuan potongan tubuh Rinaldy ini merupakan hasil dari tindaklanjut laporan orang hilang yang disampaikan oleh keluarga Rinaldy pada 12 September 2020.

Kedua tersangka pembunuhan dan mutilasi Kalibata City itu dijerat dengan Pasal 340 dan Pasal 338 dan 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana. Mereka berdua terancam dihukum maksimal dengan pidana mati atau penjara seumur hidup.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US