Millenial Maju Pilkada, Pengamat: Ide dan Gagasannya Belum Matang
Milenial juga ikut maju Pilkada 2020 (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
News

Millenial Maju Pilkada, Pengamat: Ide dan Gagasannya Belum Matang

Menurut pengamat politik Dedi Kurnia Syah Putra

Kamis, 13 Februari 2020 15:09 WIB 13 Februari 2020, 15:09 WIB

INDOZONE.ID - Indonesia akan menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 secara serentak di 270 daerah, sembilan pemilihan gubernur, 224 pemilihan bupati dan 37 pemilihan walikota.

Kaum millenial mulai berduyun-duyun mengikuti pemilihan calon kepala daerah ini. Era bertransformasi dari tahun ke tahun. Sesuai dengan ketentuan KPU, usia generasi yang memungkinkan untuk menjadi pemimpin saat ini adalah baby boomer, generasi X, dan millenial.

Para pemimpin daerah saat ini didominasi oleh baby boomer dan generasi x. Namun selama pilkada serentak 2016 dan 2017, secara perlahan muncul generasi milenial sebagai pemimpin daerah.

Meskipun masih muda dan masih hijau dalam politik, ternyata mereka dipercaya oleh masyarakat daerahnya. Mereka mengalahkan pesaing yang notebene berasal dari generasi baby boomer dan  generasi X.

Pengamat Politik juga Direktur Indonesian Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra menyatakan majunya kaum milenial dalam Pilkada 2020 merupakan hal baik bagi kemajuan demokrasi di Indonesia.

Namun ada beberapa kelemahan yang membuat posisi milenial lemah dan daya tawarnya di depan masyarakat menjadi rendah. Dedi mengatakan hal tersebut terkait dalam gagasan dan ide yang ditawarkan untuk daerah.

"Depok, Medan, Solo, atau Tangsel, di tahun ini akan lebih semarak karena muncul anak-anak muda, tetapi kembali trend politiknya belum matang, hanya andalkan prestis kepala daerah  sementara ide dan gagasan masih banyak yang emosional, belum sinkron dengan kondisi birokrasi," ucapnya kepada Indozone, Kamis, (13/1/2020).

Dia mengatakan tren milenial yang masuk dalam bursa pilkada cukup signifikan di tahun 2020, terutama kota dengan sorotan publik. Tetapi penolakan terhadap anak muda masih kuat, kecuali memiliki silsilah dari tokoh yang dituakan.

"Tokoh muda yang berhasil masih didominasi pengaruh keluarga, yang benar-benar berhasil karena kemapanan personal masih bilangan jari," ujarnya.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
Mula Akmal
M Fadli

M Fadli

Writer
Mula Akmal

Mula Akmal

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU