Suara Milenial soal 5 Tahun Jokowi-JK: Infrastruktur Ok, Ekonomi No
Presiden Joko Widodo (kanan) berpelukan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)
News

Suara Milenial soal 5 Tahun Jokowi-JK: Infrastruktur Ok, Ekonomi No

Ekonomi Tanah Air masih loyo.

Ivanrida
Sabtu, 19 Oktober 2019 14:06 WIB 19 Oktober 2019, 14:06 WIB

INDOZONE.ID - Kaum milenial menanggapi kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla. Mulai dari perkembangan infrastruktur, hingga persoalan-persoalan ekonomi. 

Mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, Safri Yeni, mengaku cukup puas dengan perkembangan infrastruktur pada pemerintahan Jokowi-JK. Sosok 21 tahun itu mengaku sangat terbantu dengan pembangunan jalan tol, dan akses transportasi yang begitu pesat.

Meski demikian, Yeni menyayangkan prestasi di bidang infrastruktur itu belum berimbas terhadap perbaikan perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Tanah Air selama semester I-2019, hanya 5,06 persen atau mengalami perlambatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 5,17 persen.

"Menurut saya, kalau untuk ekonomi belum terlihat kemajuannya pesat. Namun, kalau buat fasilitas umum, terus seperti pemerataan harga minyak itu memang terasa," ujar Yeni di Jakarta, Jumat (18/10). 

Yeni berharap Jokowi tidak hanya fokus membangun infrastruktur dan ekonomi. Presiden juga diminta meningkatkan pembangunan sumber daya manusia pada periode selanjutnya. 

"Aku sih harapannya ekonomi naik. Apalagi katanya investor susah masuk, gitu-gitu ya harus ditingkatkan soalnya kan kita nanti milenial juga akan merasakan yang namanya kerja. Jadi ekonomi yang harus ditingkatkan juga," ujar Yeni.

Pemandangan proyek pembangunan infrastruktur jalur LRT di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (5/9). (Antara/Sigid Kurniawan)
Pemandangan proyek pembangunan infrastruktur jalur LRT di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (5/9). (Antara/Sigid Kurniawan)

Di sisi lain, Harry Saputra punya pandangan berbeda dengan Yeni. Mahasiswa 25 tahun itu menganggap pembangunan infrastruktur yang dilakukan saat ini, tidak sepenuhnya menyentuh akar permasalahan bangsa. 

Harry mencontohkan pembangunan jalan Tol Trans Jawa. Alih-alih perekonomian Indonesia meningkat akibat kelancaran akses logistik, proyek jalan tol itu justru menyebabkan persoalan baru.

Kantung-kantung wirausaha yang tersebar di sepanjang jalur Pantura, harus gulung tikar karena jalur sutera itu tidak lagi banyak dilalui kendaraan. 

"Saya menilai untuk perkembangan ekonominya dari tingkat bawah belum merata. Kemudian, hal-hal yang dibangun, yaitu infrastruktur, tidak menjamin perkembangan ekonomi di daerah itu sendiri," kata sosok yang juga menyambi kerja sebagai marketing di perusahaan swasta tersebut.

Harry berpesan agar Jokowi bisa lebih fokus ke pembangunan ekonomi, disamping juga pembangunan sumber daya manusia.

"Oleh karenanya banyak sekali sumber daya seperti kita milenial yang memiliki soft skill, maupun hard skill yang sampai hari ini belum terealisasikan pada posisi (pekerjaannya) masing-masing. Dalam artian lapangan kerja juga harus diperhatikan," tutur Harry. (SN)

Artikel Menarik Lainnya

Ivanrida
Ivanrida

Ivanrida

Editor
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU