Korban Gempa di Maluku Desak Pemkab untuk Percepat Pembangunan Huntara
Ilustrasi/Antara/Basri Marzuki
News

Korban Gempa di Maluku Desak Pemkab untuk Percepat Pembangunan Huntara

Minggu, 15 September 2019 13:37 WIB 15 September 2019, 13:37 WIB

INDOZONE.ID - Warga korban gempa di 38 desa di Halmahera Selatan, Maluku Utara mendesak agar Pemkab setempat segera mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara). Saat ini, para korban tinggal di tenda pengungsian.

"Di tenda pengungsian kami memang tidak kekurangan bahan makanan, tetapi kami harapkan huntara segera dibangun agar kami bisa pindah dari tenda pengungsian ini," ujar salah seorang warga korban gempa di Desa Sekli, Kecamatan Gane Barat yang bernama Ishak, melansir dari Antara.

Gempa mengguncang Halmahera Selatan pada pertengahan Juli 2019 lalu dengan kekuatan magnitudo 7,2 SR. Lebih dari 20 ribu orang mengungsi, karena rumah mereka telah hancur akibat guncangan gempa tersebut.

Ishak juga berharap agar huntara yang akan dibangun pemkab berukuran agak besar supaya dapat menampung seluruh anggota keluarga. Ia juga berharap agar pembangunan rumahnya menggunakan material yang bisa bertahan lama.

Pengerjaan huntara tersebut sebaiknya melibatkan warga korban gempa supaya bisa menjadi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pascaterjadinya gempa, banyak warga yang tidak lagi kerja.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Halmahera Selatan, Helmy Surya Batutihe memastikan bahwa pembangunan huntara bagi warga korban gempa di 38 desa di daerah tersebut akan segera dimulai. Helmy mengatakan, paling lambat bulan Oktober 2019 dan ditargetkan bulan Desember 2019 sudah bisa ditinggali.

Adapun jumlah huntara yang akan dibangun yaitu sebanyak 1.201 unit. Huntara tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti listrik dan MCK yang keseluruhan anggarannya dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Sebelumnya, gempa bumi bermagnitudo 6,2 mengguncang Halmahera pada Sabtu (14/09) malam pukul 23.21 WIB dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa yang berpusat di 0.89 Lintang Selatan dan 128.60 Bujur Timur tersebut menurut informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tidak berpotensi tsunami.

TAG
Indozone
Dina
Dina

Dina

Writer
Dina

Dina

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU