The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jokowi Ingin Pelacakan Virus Corona Lebih Agresif Seperti Selandia Baru dan Korsel
Presiden Jokowi. (Instagram/jokowi)
News

Jokowi Ingin Pelacakan Virus Corona Lebih Agresif Seperti Selandia Baru dan Korsel

Minta lebih cepat.

Kamis, 04 Juni 2020 12:47 WIB 04 Juni 2020, 12:47 WIB

INDOZONE.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pelacakan spesimen virus corona (Covid-19) di Indonesia harus dilakukan lebih agresif lagi. Semua itu dilakukan agar angka orang yang dites semakin banyak, bisa menekan angka kasusnya.

"Sekali lagi saya meminta untuk pelacakan secara agresif dilakukan lebih agresif lagi dengan menggunakan sistem teknologi telekomunikasi dan bukan dengan cara-cara konvensional lagi," kata Jokowi dalam rapat terbatas yang tayang akun YouTube Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Jokowi menyampaikan pelacakan spesimen harus dilakukan dengan bantuan teknologi komunikasi yang mutakhir. Sehingga upaya dan proses bisa lebih mudah serta cepat. Indonesia, menurutnya harus berkaca atas apa yang dilakukan negara-negara luar.

"Misalnya di Selandia Baru, mereka menggunakan digital diary, kemudian Korea Selatan sudah mengembangkan mobile GPS untuk data-data, sehingga pelacakan itu lebih termonitor dengan baik," ungkapnya.

virus corona.
Ilustrasi spesimen virus corona.(freepik)

Dia menambahkan, saat ini target pengujian spesimen Covid-19 sebanyak 10 ribu per hari sebelumnya telah mencapai target dan harus ditingkatkan lagi. Ia pun mengapresiasi kepada pihak yang terlibat dalam hal ini.

"Untuk pengujian saya spesimen, saya menyampaikan terima kasih bahwa target pengujian spesimen yang dulu saya targetkan 10.000 sudah terlampaui," sebutnya.

Melihat catat itu, Jokowi pun kemudian menergetkan ke depannya tes atau pengujian spesimen Covid-19 bisa dilakukan lebih banyak lagi, yakni 20 ribu per harinya.

"Harapkan target berikutnya ke depan adalah 20.000 per hari, ini harus mulai kita rancang menuju ke sana," ungkapnya.

Meskipun demikian, Presiden tidak menyebutkan dan menjelaskan sejauh ini seberapa banyak spesimen yang telah diuji. Termasuk daerah atau provinsi mana yang paling banyak sudah dilakukan dan sebaliknya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
Utami Evi Riyani
Murti Ali Lingga

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US