The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ditagih Pajak Rp214 Triliun, Begini Cara Elon Musk Membayarnya
Elon Musk. (Foto/REUTERS/Aly Song)
News

Ditagih Pajak Rp214 Triliun, Begini Cara Elon Musk Membayarnya

Senin, 08 November 2021 10:47 WIB 08 November 2021, 10:47 WIB

INDOZONE.ID - Pendiri raksasa mobil listrik (EV) Tesla, Elon Musk mendadak membuat polling kepada pengikutnya di Twitter terkait apakah ia harus menjual 10 persen sahamnya di Tesla.

Hal itu ditanyakan Elon terkait dirinya yang dihadapkan dengan tagihan pajak lebih dari  US$ 15 miliar atau setara Rp 214,8 triliun (kurs Rp 14.325) dalam beberapa bulan mendatang.

"Belakangan ini banyak diperbincangkan mengenai laba yang belum terealisasi (unrealized gains) sebagai cara menghindari pajak, jadi saya berencana menjual 10% saham. Apakah Anda mendukung ini?," tulis Elon di akun Twitternya, dikutip Senin (8/11).

Hasil dari pollingnya itu, 58% mendukung penjualan dan 42% menentang. Elon mengatakan kalau ia akan mengikuti hasil dari polling yang telah ia buat.

Jika ia menjual 10 persen sahamnya, maka dia akan kehilangan sahamnya senilai US$ 21 miliar atau setara Rp 300,82 triliun.

Seperti diketahui, Elon Musk tak menerima gaji ataupun bonus dari perusahaannya. Kekayaannya berasal dari penghargaan saham serta keuntungan harga saham Tesla.

Salah satu penghargaan didapat pada 2012 yakni untuk 22,8 juta saham dengan harga kesepakatan US$ 6,24 per saham. Pada Jumat (5/11), saham Tesla ditutup senilai US$ 1,222,09, yang berarti keuntungan pada total saham hanya di bawah US$ 28 miliar.

Mendapat keuntungan, orang terkaya di dunia itu tetaplah harus membayar pajak penghasilan. Elon akan dikenakan pajak pada tingkat pendapatan teratas atau 37% ditambah pajak investasi bersih 3,8%.

Baru-baru ini Tesla juga mengungkapkan kalau Elon Musk telah mengambil pinjaman dari saham sebagai jaminan. Lewat penjualan, ia akan membayar pinjaman itu.

Namun karena ada keterbatasan dalam menjualkan sahamnya, Elon mengatakan akan mulai menjual sahamnya di tahun depan.

"Saya memiliki banyak opsi yang akan berakhir awal tahun depan. Jadi banyak opsi akan dijual di Q4 karena saya harus melakukannya atau mereka akan kedaluwarsa," kata Elon.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Silvia Marissa
Zega

Zega

Editor
JOIN US
JOIN US