The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ilmuwan Kembangkan Pengobatan Baru yang Diklaim Bisa Membunuh 99,9 persen Covid-19
Ilustrasi ilmuwan (Pexels/Polina Tankilevitch)
News

Ilmuwan Kembangkan Pengobatan Baru yang Diklaim Bisa Membunuh 99,9 persen Covid-19

Rabu, 19 Mei 2021 09:50 WIB 19 Mei 2021, 09:50 WIB

INDOZONE.ID - Para ilmuwan telah mengembangkan pengobatan baru yang berpotensi membunuh 99,9 persen Covid-19 pada tikus.

Para peneliti mengatakan penggunaan 'nanopartikel siluman' membantu mengurangi di paru-paru hewan pengerat viral load penyakit yang telah melanda seluruh dunia selama lebih dari setahun.

Dikutip dari Mirror, tim mengatakan bahwa temuan tersebut dapat membantu merawat pasien yang terinfeksi di 'rangkaian sumber daya rendah' ??dan bahwa produksi massal akan 'relatif hemat biaya.'

Namun para peneliti mengatakan bahwa tidak ada uji coba pada manusia yang telah dilakukan dan mereka tidak mengharapkan peluncuran selama beberapa tahun.

Tim peneliti yang melakukan penelitian ini berasal dari Menzies Health Institute Queensland di Griffith University dan dari City of Hope, pusat penelitian dan pengobatan untuk kanker, diabetes, dan penyakit yang mengancam jiwa lainnya di AS.

Mereka mengatakan bahwa mereka telah berhasil mengembangkan 'terapi antivirus yang bertindak langsung secara eksperimental untuk mengobati Covid.'

“Perawatan ini dirancang untuk bekerja pada semua betacoronavirus seperti virus SARS asli (SARS-CoV-1) serta SARS-CoV-2 dan setiap varian baru yang mungkin muncul di masa depan karena menargetkan wilayah ultra-konservatif dalam genom virus," kata Profesor Kevin Morris, salah satu peneliti utama.

“Kami juga telah menunjukkan bahwa nanopartikel ini stabil pada suhu 4 ° C selama 12 bulan dan pada suhu kamar selama lebih dari satu bulan, yang berarti agen ini dapat digunakan dalam pengaturan sumber daya rendah untuk mengobati pasien yang terinfeksi," katanya lagi.

"Partikel nano ini dapat diskalakan dan relatif hemat biaya untuk diproduksi secara massal."

Tim tersebut dilaporkan hanya menguji terapi pada tikus tetapi mengatakan itu telah dirancang untuk orang yang sudah sakit parah dengan Covid.

Para peneliti mengatakan mereka yakin 'sel normal sama sekali tidak terluka oleh perawatan ini'.

Mereka berharap ini akan siap untuk diluncurkan pada tahun 2023.

Penelitian tersebut telah dipublikasikan di Molecular Therapy.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fitri
Fitri

Fitri

Writer
JOIN US
JOIN US