PPKM Diperpanjang Hingga 23 Agustus, Instruksi Luhut Pasien OTG Dipaksa Isolasi Terpusat

- Senin, 16 Agustus 2021 | 21:13 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto/Youtube/Sekretariat Presiden)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto/Youtube/Sekretariat Presiden)

Tak perlu menunggu lama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan langsung memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 23 Agustus 2021.

Situasi ini sudah diprediksi banyak pihak, berdasarkan evaluasi tampaknya angka penyebaran Covid-19 belum berkurang.

"Hasil evaluasi dilakukan dan arahan petunjuk presiden maka PPKM level 4,3,2 di (Jawa) Bali akan diperpanjang hingga 23 Agustus 2021," ujar Luhut Binsar Pandjaitan dalam paparan media yang digelar virtual, Senin (16/8).

PPKM di Jawa-Bali diperpanjang hingga 23 Agustus 2021. Keputusan ini berlaku bagi daerah yang menerapkan PPKM level 4, 3, dan 2. 

Luhut mengatakan sesuai instruksi Kepala Negara meminta untuk dilakukan isolasi terpusat yang memegang peranan penting dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

Sementara itu Bupati Bogor Ade Yasin memaksa pasien COVID-19 yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG), melakukan isolasi terpusat (isoter) sesuai instruksi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Jadi bagi mereka yang isoman (isolasi mandiri) tapi tidak memenuhi syarat, itu harus dipaksa, ditarik ke isoter, supaya tidak menularkan ke yang lain," ungkap Ade Yasin di Cibinong, Bogor, Senin.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu menyebutkan belakangan ini dua lokasi isoter di Kabupaten Bogor, yakni di Cibogo, Megamendung dan Kemang, minim penghuni lantaran pasien OTG lebih memilih isolasi mandiri di rumah.

Padahal menurutnya, isolasi mandiri bagi pasien OTG cenderung rentan menularkan virus dari pasien kepada anggota keluarga lain yang tinggal serumah.

"Jadi kata Pak Menteri yang juga Koordinator PPKM itu, tempat isoter jangan dikosongin, karena itu ada fasilitas untuk oksigen, makan juga ditanggung. Kecuali (rumah) yang memenuhi syarat. Kamar terpisah, kamar mandinya dan lain lainnya terpisah juga," kata Ade Yasin seperti yang dilansir Antara.

Kini, jumlah pasien OTG di dua lokasi isoter Kabupaten Bogor pun kembali bertambah. Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor mencatat, pada Senin, 16 Agustus 2021, isoter di Cibogo dihuni lima pasien dari total 60 tempat tidur, dan isoter Kemang dihuni 16 pasien dari total 84 tempat tidur.

Ade Yasin menyebutkan tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Kabupaten Bogor terus menurun, kini hanya di angka 32,67 persen dari total ketersediaan 1.604 tempat tidur.

Angka BOR RS di wilayahnya berangsur menurun setelah sempat memuncak hingga 97 persen pada Juli 2021.

Kemudian, penggunaan ruang perawatan intensif atau ICU di Kabupaten Bogor juga terus menurun. Kini BOR ICU 55,19 persen, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan angka keterisian sepekan terakhir yang masih di atas 70 persen dari total ketersediaan 154 tempat tidur ICU.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X