Untung-Rugi Manuver Erick Thohir Pilih Bos BUMN dari Unsur Politik
Rencana Menteri BUMN, Erick Thohir, menuai polemik jelang menempatkan sejumlah tokoh politik ke berbagai posisi strategis di perusahaan BUMN (Antara/Hafidz Mubarak).
News

Untung-Rugi Manuver Erick Thohir Pilih Bos BUMN dari Unsur Politik

Ada sisi positif, tetapi juga ada negatifnya.

Selasa, 19 November 2019 16:33 WIB 19 November 2019, 16:33 WIB

INDOZONE.ID - Rencana Menteri BUMN, Erick Thohir, menuai polemik jelang menempatkan sejumlah tokoh politik ke berbagai posisi strategis di perusahaan BUMN. Pro dan kontra terus bermunculan, mulai dari sisi tokoh yang akan jadi pejabat, hingga pesimisme kehadiran unsur politik di kursi bos BUMN sangat rentan dimanfaatkan bagi kepentingan politis. 

Direktur Eksekutif Institut Development for Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, mengatakan munculnya tokoh-tokoh politik di dalam kursi pejabat BUMN bukanlah hal baru dari sisi ekonomi. Menurut dia, situasi itu sudah terjadi sejak pemerintahan terdahulu.

Meski demikian, penunjukan kalangan politik untuk mengisi jabatan di BUMN tidak bisa melupakan kemampuan profesional dari tokoh yang bersangkutan. Langkah itu pun bisa menjadi keuntungan bagi negara.

"Saya kira ini sulit dihindari. Tentu untungnya (sisi positif bos BUMN dari unsur poltik) untuk pengawasan BUMN dapat langsung ke penguasa," ujar Tauhid kepada Indozone, Selasa (19/11). 

Meski demikian, Tauhid tidak menampik bakal ada kerugian andai unsur politik menduduki bos BUMN. Dia meyakini politisi yang menduduki kursi pejabat di BUMN rawan disalahgunakan. 

"Memang ini sangat rentan disalahgunakan untuk kepentingan penguasa atau parpol. Apapun itu bentuknya," kata Tauhid. 

Tauhid pun menyarankan tokoh politik yang masuk tidak berada di kursi direksi, melainkan sebagai komisaris. Tujuannya untuk menghindari konflik kepentingan, sekaligus memajukan perusahaan BUMN tersebut.

"Menurut saya levelnya komisaris saja agar tidak masuk ke urusan internal BUMN secara mendalam. Ini agar internal BUMN punya beban yang tidak besar, disamping aspek profesionalisme. Ruang gerak ini penting agar BUMN bisa kreatif mengejar target tahunannya. Toh kalau ada masalah ada monitoring dari komisaris ke direksi," pungkas Tauhid. (SN)

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Ivanrida
Sigit Nugroho
Ivanrida

Ivanrida

Editor
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU