The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Prabowo Diisukan Dihalangi Nyapres, PKS: Masa Jenderal Dijegal Sih?
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (INDOZONE/Harits Tryan)
News

Prabowo Diisukan Dihalangi Nyapres, PKS: Masa Jenderal Dijegal Sih?

Rabu, 21 September 2022 18:17 WIB 21 September 2022, 18:17 WIB

INDOZONE.ID - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengaku kaget dengan adanya kabar penjegalan terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto agar tidak menjadi calon presiden (capres). Mardani mengatakan, dirinya baru mendengar kabar penjegalan terhadap Prabowo.

“Prabowo dijegal? Baru dengar saya. Masa jenderal dijegal sih?” tutur Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Disebutkan Mardani, memang sekarang ini semua partai ingin mengusung sebanyak-banyaknya calon presiden dan calon wakil presiden.

Bahkan Mardani malah ingin Pilpres 2024 bisa diikuti empat pasang capres dan cawapres. Sehingga menurutnya isu jegal menjegal tidaklah perlu digulirkan.

Baca Juga: Masa Jabatan Anies Belum Kelar, PKS DKI Ogah Bahas Calon Presiden

“Kalau saya gini semua pasti berusaha agar calonnya akan maju dan yang baik jangan jegal-menjegal. Biarkan aja kan kalau empat yang maju, ya KIB satu, PKS, NasDem, Demokrat satu,” ucap Mardani.

“Gerindra-PKB Satu, PDIP karena bisa mandiri satu. Empat ukuran ukuran banget, saya dorong empat. Minimal tiga lah. Jadi gak usah jegal-jegal,” sambungnya.

Prabowo Dijegal

Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara mengenai isu penjegalan terhadap Anies Baswedan. Menurut Dasco, tak hanya Anies, tapi ada juga pihak yang berupaya menjegal Ketua Umum Prabowo Subianto untuk menjadi calon presiden. 

Menurut Dasco, dengan adanya baliho-baliho kampanye hitam ditujukan kepada Prabowo. Hal itu disebutnya membuat elektabilitas Prabowo menjadi turun.

Baca Juga: Gak Gengsi, Sekjen Gerindra Ngarep Jokowi Endorse Prabowo di Pilpres 2024

"Kalau soal penjegalan itu bukan cuman yang disampaikan di media. Pak Prabowo juga mau dijegal. Itu sekarang baliho di seluruh daerah masif, tapi balihonya membuat rating pak Prabowo turun kok itu. Banyak," tutur Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US