Tak Dapat Izin Sultan HB X, Kegiatan 'Muslim United' Tetap Digelar
Instagram/@dekap08
News

Tak Dapat Izin Sultan HB X, Kegiatan 'Muslim United' Tetap Digelar

Rizka
Sabtu, 12 Oktober 2019 13:38 WIB 12 Oktober 2019, 13:38 WIB

INDOZONE.ID - Kegiatan 'Muslim United: Sedulur Saklawase' tetap digelar oleh Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, mulai Jumat (11/10), meski tidak mendapatkan izin dari Raja Keraton Ngayogyakarta Sultan Hamengku Buwono X.

"Kita yang punya rumah, tidak mengizinkan," kata Sultan HB X di Yogyakarta, Jumat (11/10).

Menurut Gubernur Daerah Indonesia Yogyakarta (DIY) ini, apabila acara itu tetap digelar maka menjadi urusan pihak kepolisian, khususnya berkaitan dengan aspek keamanannya.

"Ya itu urusan polisi, kalau saya hanya itu. Selama aman dan sebagainya itu urusan polisi," kata Sultan.

Muslim United
Instagram/@muslimunited.official

Kegiatan Muslim United yang akan berlangsung mulai 11-13 Oktober 2019 itu menghadirkan beberapa ustadz seperti Abdul Somad, Hanan Attaki, Lutfi Basori, Adi Hidayat, Bachtiar Nasir, hingga Felix Siauw. Beberapa agenda akan dilaksanakan selama tiga hari meliputi Muslim Expo, Tabligh Akbar, Social Activity, Food Festival, Muslim Community Gathering dan Kids Corner.

Beberapa ustadz seperti Hanan Attaki telah memulai ceramahnya pada Jumat sore. Videotron berukuran besar juga tampak disediakan panitia untuk peserta yang tidak mendapatkan tempat di dalam masjid.

Muslim United
Instagram/@dekap08

Pada 28 September 2019, Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Condrokirono juga telah mengeluarkan surat yang menyatakan belum mengizinkan peminjaman sejumlah tempat milik Keraton. Di antaranya, Masjid Gedhe Kauman, Ndalem Pangulon, dan Alun-alun Utara untuk kegiatan Muslim United.

Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan atau permohonan izin dari penyelenggara Muslim United.

Muslim United
Instagram/@dekap08

Sebelum mengeluarkan izin, lanjut Yulianto, kepolisian juga harus menerima izin yang dikeluarkan oleh pemilik tempat kegiatan, dalam hal ini Keraton Ngayogyakarta terlebih dahulu.

"Dalam hal ini Polri belum menerima izin penggunaan tempat yang dikeluarkan oleh pihak Keraton. Polisi keluarkan izin jika yang punya tempat mengeluarkan izin penggunaan tempat," kata Yulianto.

Sementara itu, ditemui di lokasi acara, Ketua Bidang Pameran Panitia Muslim United Tanu Nazwagi tidak mau berkomentar ihwal penolakan izin dari Keraton Yogyakarta.

Muslim United
Instagram/@terasdakwah

Selain bukan ranahnya untuk menjawab, menurut Tanu, acara yang digelar oleh Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) itu telah diakomodir oleh pihak Takmir Masjid Gedhe Kauman.

"Saya 'no comment' kalau itu. Setahu saya kita di sini di bawah perimtah Forum Ukhuwah Islamiyah dan diakomodir Takmir Masjid Kaumam dan Pam Budaya Jogja," kata dia.

Menurut Tanu, acara yang secara resmi akan dibuka pada Jumat malam itu akan mencoba memperlihatkan semangat Bhinneka Tunggal Ika. "Walaupun berbeda 'madzhab', beda 'harakah' tetapi tetap bersatu di Muslim United," kata dia.

Muslim United
Instagram/@terasdakwah

Selain itu, lanjut dia, acara itu juga menunjukkan semangat ekonomi Islam yang diwujudkan dengan pendirian 120 tenant mulai dari produk fesyen, kuliner, hingga paket umrah. Pemda DKI Jakarta, kata dia, juga ikut berpartisipasi menghadirkan sebanyak 8 tenant dalam kegiatan itu.

"(Hari) ini masih awal. Tahun lalu (jumlah pengunjung) dalam satu hari bisa sampai 15.000 orang," kata dia.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rizka
Rizka

Rizka

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU