The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kesal Lihat Dokter Mengeluh, Presiden Filipina Ancam Bunuh Semua yang Terinfeksi Covid-19
Presiden Filipina Duterte
News

Kesal Lihat Dokter Mengeluh, Presiden Filipina Ancam Bunuh Semua yang Terinfeksi Covid-19

Selasa, 04 Agustus 2020 22:37 WIB 04 Agustus 2020, 22:37 WIB

INDOZONE.ID - Filipina akan kembali memberlakukan lockdown demi mencegah penyebaran Covid-19.

Lockdown kali ini disebut-sebut akan menjadi semakin ketat hingga dua pekan mulai Selasa (4/8/2020).

Dilansir dari Al Jazeera, lockdown kembali diterapkan Presiden Rodrigo Duterte menyusul angka infeksi melonjak hingga lebih dari 100.000 kasus di negara itu.

Langkah Duterte dilakukan setelah 80 kelompok lokal yang mewakili 80.000 dokter dan satu juta perawat menyerukan kontrol yang lebih ketat, mengatakan negara itu kehilangan pertarungan melawan virus corona.

"Kamu benar-benar tidak mengenal saya. Kamu ingin revolusi? Kalau begitu katakan. Silakan, coba saja. Kami akan menghancurkan segalanya. Kami akan membunuh semua orang yang terinfeksi Covid," kata Duterte mengomel.

"Itukah yang kamu inginkan? Kita selalu dapat mengakhiri keberadaan kita dengan cara ini," sambungnya.

Duterte telah menyetujui penempatan Metro Manila dan provinsi terdekat seperti Laguna, Cavite, Rizal, dan Bulacan di bawah Karantina Masyarakat Modifikasi yang Ditingkatkan sampai 18 Agustus mendatang.

Hal itu disampaikan juru bicara Duterte, Harry Roque, kepada wartawan.

Lockdown akan mempengaruhi sekitar 25 juta orang, hampir seperempat dari sekitar 100 juta penduduk Filipina.

Filipina mencatat 5.032 infeksi tambahan pada hari Minggu, peningkatan terbesar di negara itu, dengan jumlah kasus virus corona menjadi 103.185. Korban tewas melonjak menjadi 2.059 orang.

Itu adalah jumlah tertinggi kedua infeksi Covid-19 dan kematian di Asia Tenggara, di bawah Indonesia.

Duterte juga menyetujui mempekerjakan 10.000 tenaga medis profesional untuk menambah tenaga kerja saat ini untuk merawat pasien Covid-19.

Namun dalam pesannya Senin pagi, Duterte juga mencerca para dokter yang mengemukakan kekhawatiran tentang situasi sistem kesehatan negara itu. Apalagi mereka dengan berani menyebut "deklarasi sebuah revolusi".

"Saya telah mendengar Anda. Jangan kehilangan harapan. Kami sadar Anda lelah," kata Duterte dalam pidato televisi larut malam yang berlangsung Senin pagi.
 

Artikel menarik lainnya


TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US