The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Dokter Tirta Sebut Kerumunan Jokowi di Maumere Tak Bisa Disamakan dengan Kasus Rizieq
Dokter Tirta. (Instagram/@dr.tirta)
News

Dokter Tirta Sebut Kerumunan Jokowi di Maumere Tak Bisa Disamakan dengan Kasus Rizieq

Jumat, 26 Februari 2021 14:44 WIB 26 Februari 2021, 14:44 WIB

INDOZONE.ID - Dokter Tirta mengungkapkan bahwa kerumunan Presiden Jokowi di Maumere, NTT tidak bisa disamakan dengan kasus Habib Rizieq Shihab. Menurut dia, publik tidak seharusnya membandingkan kedua hal tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Dokter Tirta melalui postingan Instagram-nya. Sependapat dengan Denny Siregar, Dokter Tirta kemudian memperlihatkan postingan Denny Siregar soal masalah kerumunan tersebut.

"Rizieq itu dipenjara karena mengundang kerumunan waktu nikah anaknya dan bohong dia ga kena covid bukan karena penjemputan di bandara yang mereka bilang aksi spontan. Lu mau samakan peyambutan Jokowi di NTT sama dengan Rizieq? Samanya darimana?" demikian isi cuitan Denny Siregar.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Cipeng | TIRTA (@dr.tirta)

Dokter Tirta menilai orang yang membandingkan kasus Habib Rizieq adalah orang yang tidak suka dengan presiden. Menurutnya, yang seharusnya disalahkan adalah protokol kesehatannya, bukan presidennya.

Baca juga: Dokter Tirta Bela Presiden Jokowi Soal Kerumunan di Maumere NTT, Bukan Salah Jokowi

"Kalo lu benci “rezim” ga usah bawa2 celah protokol. Banding2 in kasus HRS dengan presiden. Bilang aja lu ga suka presiden. Pake acara ngeles sana sini. Bawa2 protokol. Riding the wave mulu ah. Yang salah protokolernya yg disalahin presidennya. Gimane sih," tulis Dokter Tirta pada captionnya, Kamis (25/2/2021).

"Nyama2 in kasus pula. Tenang. Gue ga limit komen. Ngopi dulu skuy. Kalah roasting ama tukang cuci sepatu? Yaaaah. Gimane sih. Mantep Bang @dennysirregar," lanjutnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, kedatangan Jokowi di Maumere disambut antusias oleh warga. Saking antusiasnya, kerumunan pun tak terhindarkan lagi. Hal ini membuat Jokowi ramai dikritik publik.

Terkait hal tersebut, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan video kerumunan masyarakat NTT saat menyambut Presiden Jokowi pada Selasa.

Istana menyebut, video yang viral itu terjadi saat warga berjejer di sepanjang Bandara Frans Seda Maumere hingga menuju Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka.

"Benar itu video di Maumere, setibanya di Maumere, Presiden dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bendungan Napun Gete," kata Bey Machmudin, Selasa (2A/2/2021).

Maksud kunjungan Jokowi ke NTT adalah untuk meresmikan Bendungan Napun Gete, setelah sebelumnya meninjau area lumbung pangan di Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak masyarakat berkerumun hingga ke badan jalan.

"Saat dalam perjalanan, masyarakat sudah menunggu rangkaian di pinggir jalan, saat rangkaian melambat masyarakat maju ke tengah jalan, sehingga membuat iring-iringan berhenti," ungkap Bey.

Mobil yang membawa Presiden Jokowi juga sempat berhenti, dan Presiden Jokowi membuka rooftop mobil untuk melambaikan tangan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Dina

Dina

Editor
JOIN US
JOIN US