The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Viral Video Petugas Kesehatan China Masukkan Pasien Lansia Masih Hidup ke Kantong Jenazah
Tes Covid-19 di Shanghai, China. ( REUTERS/Jacqueline Wong)
News

Viral Video Petugas Kesehatan China Masukkan Pasien Lansia Masih Hidup ke Kantong Jenazah

5 orang dipecat

Kamis, 05 Mei 2022 11:04 WIB 05 Mei 2022, 11:04 WIB

INDOZONE.ID - Viral sebuah video memperlihatkan sejumlah petugas kesehatan memasukkan pasien lansia yang masih hidup ke dalam kantong jenazah di Shanghai, China. Kabar itu membuat polemik hingga membuat keramaian di media sosial.

Mengutip The Guardian, Kamis (5/5/2022) insiden itu terjadi pada Minggu (1/5/2022). Dalam rekaman itu, terlihat pekerja mengenakan pakaian pelindung tampak menarik kantong mayat dari sebuah kendaraan. Saat mereka melihat ke dalam kantong jenazah, mereka menyadari orang di dalamnya masih hidup.

"Hidup! Apakah kamu melihat itu? Hidup!" kata seorang pekerja kesehatan di dalam klip tersebut.

"Jangan menutupinya lagi!" balas yang lainnya.

Seorang pekerja kesehatan kemudian pergi untuk berbicara dengan petugas lainnya, dan pasien lanjut usia kembali dimasukkan ke dalam panti jompo.

Baca juga: Anderson Paak, Musisi Peraih Grammy yang Disulap Netizen Indonesia jadi Pak Tarno

Media pemerintah mengatakan pasien lanjut usia itu telah dipindahkan ke rumah sakit dan menerima perawatan.



Namun, insiden itu membuat gusar netizen China. Banyak yang mencela dengan tidak sigapnya petugas kesehatan di rumah panti jompo tersebut.

“Bagaimana jika kejadian ini tidak direkam oleh warga Shanghai?” kata seorang netizen mengomentari laporan media pemerintah.

"Panti jompo akan menjadi tempat terakhir bagi banyak lansia, terutama beberapa lansia kesepian yang tidak punya pilihan," kata yang lain. 

“Siapa yang berani mengirim orang tua mereka ke panti jompo sekarang? Dan siapa yang berani tinggal di panti jompo dengan pikiran tenang?” tambahnya.

Atas insiden memalukan itu, sebanyak lima petugas kesehatan di Shanghai dipecat oleh otoritas China.

Pemerintah Shanghai telah memberlakukan lockdown selama lima minggu demi mencegah penyebaran Omicron di kota tersebut, yang membuat ada 25 juta orang harus berdiam diri di tempat tinggal mereka masing-masing.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Ristuyana
Rachmat Fahzry
JOIN US
JOIN US