The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Korut Akan Pulihkan 'Hotline' dengan Korsel
Kim Jong-un. (KCNA via REUTERS)
News

Korut Akan Pulihkan 'Hotline' dengan Korsel

Senin, 04 Oktober 2021 13:42 WIB 04 Oktober 2021, 13:42 WIB

INDOZONE.ID - Dalam upaya meningkatkan hubungan dengan Korea Selatan, Korea Utara mengatakan akan memulihkan hotline antar-Korea mulai Senin (4/10).

Diketahui, saluran telepon langsung antara kedua seteru yang dibuat pada 1971 itu, mengalami "putus-sambung" beberapa kali. 

Pemimpin Korut Kim Jong Un pekan lalu mengungkapkan kesediaannya untuk mengaktifkan kembali sambungan telepon yang diputus pada awal Agustus sebagai protes terhadap latihan militer gabungan Korsel dan Amerika Serikat.

Pemutusan itu terjadi hanya beberapa hari setelah hotline itu dibuka lagi untuk pertama kali setelah diputus selama setahun.

KCNA mengatakan saluran-saluran telepon akan disambungkan lagi pada Senin pukul 9.00 pagi waktu setempat (19.00 WIB). KCNA juga meminta Korsel agar memenuhi "tugasnya" mengendurkan  hubungan lintas-batas yang tegang, namun media pemerintah itu tidak menjelaskan lebih jauh.

"Otoritas Korea Selatan sebaiknya melakukan upaya-upaya  positif untuk menempatkan hubungan utara-selatan ke jalur yang benar dan menyelesaikan tugas-tugas penting yang harus diprioritaskan untuk membuka prospek yang cerah di masa datang," kata KCNA, dikutip dari Reuters, Senin (4/10).

Sebagai tambahan, Korut belum lama ini meluncurkan sejumlah rudal baru, termasuk rudal hipersonik, rudal anti pesawat, dan rudal jarak jauh bertenaga nuklir.

Uji coba rudal-rudal tersebut menunjukkan negara yang mengisolasi diri itu sedang mengembangkan persenjataan canggih di tengah macetnya pembicaraan soal perlucutan program rudal dan nuklir mereka untuk ditukar dengan pencabutan sanksi AS.

Meski menuduh AS menerapkan "kebijakan bermusuhan", Korut telah mengungkapkan niatnya untuk memperbaiki hubungan kedua Korea dan mempertimbangkan pertemuan puncak jika Korsel meninggalkan standar ganda mereka.

Para analis mengatakan pendekatan "hadiah dan hukuman" yang dilakukan Korut bertujuan untuk mendapatkan pengakuan dunia sebagai negara bersenjata nuklir dan mengganjal hubungan Korsel dengan AS.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zal
Silvia Marissa
Zal

Zal

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US