The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kapolri Sebut Kasus Covid-19 Melonjak karena Ada 1,4 Juta Masyarakat Nekat Mudik
Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di ruang Komisi III DPR. (ANTARA/Galih Pradipta).
News

Kapolri Sebut Kasus Covid-19 Melonjak karena Ada 1,4 Juta Masyarakat Nekat Mudik

Padahal sudah dilarang.

Rabu, 16 Juni 2021 13:44 WIB 16 Juni 2021, 13:44 WIB

INDOZONE.ID - Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menyebut masih ada sejumlah masyarakat yang nekat mudik lebaran. Meskipun, pemerintah sudah melakukan pelarangan dan penyekatan di sejumlah wilayah.

Menurut Listyo, toral masih ada 1,1 persen masyarakat nekat mudik. Dimana total 1,1 persen masyarakat itu berkisar diangka 1,4 juta orang yang nekat mudik lebaran baik itu melalui jalur darat, udara dan laut.

“Masih ada masyarakat yang melaksanakan mudik sejumlah 1,1 persen di mana 1,1 persen ini besaranya kurang lebih 1,4 juta yang melaksanakan mudik baik melalui jalur darat, udara dan laut,” kata Listyo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Rabu (16/6/2021).

Akibat adanya masyarakat nekat mudik lebaran, membuat kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah. Seperti halnya yang terjadi di Kudus, Jawa Tengah yang menjadi epicentrum Covid-19:

Awalnya ada di 6 desa, kemudian naik ke 45 desa dan saat ini menjadi 60 desa yang mengakibatkan 181 orang positif Covid-19.

“Sehingga menyebabkan kenaikan tempat keterpakaian tempat tidur sebesar 96 persen,” jelasnya.

Selain itu, Listyo menyebutkan jika kenaikan kasus Covid-19 terjadi juga di wilayah Bangkalan, Madura. Dimana kenaikan kasus Covid-19 diawali ada kegiatan halal bihalal dan kemudian membuat kasus naik drastis.

Baca Juga: Vicky Prasetyo Tuai Pujian Usai Jeput Kalina Ocktaranny, Netizen: Itu Baru Gladiator!

“Kemudian di Bangkalan. Terjadi kenaiakan karena diawalai ada kegiatan halal bihalal pada saat itu, kemudian mengakibatkan bberapa orang positif dan saat ini kita lihat 7 orang meninggal termasuk diantaranya tenaga medis,” ungkap Listyo.

“Kasus harian saat ini mencapai 392 kasus, meningkat 68 persen dibandingkan angka sebelumnya 50 kasus. Sehingga tingkat BOR menjadi 61 persen,” imbuhnya.

Selain itu, Mantan Kabareskrim ini menyampaikan adanya lima klaster Covid-19 di wilayah DKI Jakarta. Kelima klaster tersebut tersebar di sejumlah wilayah Jakarta.

“Kemudian di DKI Jakarta. Terdapat lima klaster Covid-19 di DKI yaitu di Cipayung, Cilincing, Kelapa dua, Kayu Putuh dan Ciracas,” ucap Listyo.

Dia mengatakan lima wilayah tersebut termasuk dalam klaster Covid-19. Dimana setelah melakukan penelusuran terhadap 1.568 dari lima wilayah tersebut, kemudian ditemukan ada 103 kasus aktif dan terus mengalami peningkatan.

“Dari 1.568 orang yang kami tracing di lima klaster tersebut terdapat 103 orang kasus aktif di lima klaster. Dan saat ini terus terjadi peningkatan,” tutur Listyo.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
M Fadli
Harits Tryan Akhmad

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US