The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pemerintah 'Foya-foya' Habiskan Rp2 Miliar untuk Ngecat Ulang Pesawat Presiden Jokowi
Pesawat kepresidenan dicat jadi merah-putih (Twitter/@alvinlie21)
News

Pemerintah 'Foya-foya' Habiskan Rp2 Miliar untuk Ngecat Ulang Pesawat Presiden Jokowi

Selasa, 03 Agustus 2021 14:35 WIB 03 Agustus 2021, 14:35 WIB

INDOZONE.ID - Pengecatan ulang Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 menuai kritik. Biaya pengecatan ulang dari warna biru ke merah-putih ini dikabarkan menelan anggaran sekitar Rp2 miliar. Kritik pertama kali datang dari pengamat penerbangan Alvin Lie.

"Hari gini masih saja foya-foya ubah warna pesawat Kepresidenan. Biaya cat ulang pesawat setara B737 berkisar antara US$ 100 ribu sampai dengan US$ 150 ribu. Sekitar Rp 1,4 miliar sampai dengan Rp 2,1 miliar," tulisnya, dikutip Selasa (3/8).

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono pengecatan ulang pesawat kepresidenan ini sudah direncanakan sejak tahun 2019.

"Dapat dijelaskan bahwa pengecatan pesawat ini telah direncanakan sejak 2019 serta diharapkan dapat memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara," kata Heru, Selasa (3/8/2021).

Pesawat yang digunakan Presiden Jokowi itu jenis Boeing Business Jet (BBJ) 2 tipe 737-800.

"Pengecatan Pesawat BBJ 2 sudah direncanakan sejak tahun 2019, terkait dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-75 kemerdekaan Republik Indonesia pada 2020. Proses pengecatan sendiri merupakan pekerjaan satu paket dengan Heli Super Puma dan Pesawat RJ (pesawat wakil presiden)," lanjutnya.

Tapi, di tahun 2019 BBJ 2 belum masuk jadwal perawatan rutin, sehingga yang lebih dulu dicat adalah Heli Super Puma dan pesawat RJ. Perawatan rutin memiliki interval waktu yang sudah ditetapkan dan harus dipatuhi tepat waktu.

"Perawatan rutin pesawat BBJ 2 jatuh pada tahun 2021 merupakan perawatan Check C sesuai rekomendasi pabrik, maka tahun ini dilaksanakan perawatan sekaligus pengecatan yang bernuansa Merah Putih sebagaimana telah direncanakan sebelumnya," tambah Heru.

Menurut Heru, waktu pengecatan pun lebih efisien karena dilakukan bersamaan dengan proses perawatan.

"Perlu kami jelaskan bahwa alokasi untuk perawatan dan pengecatan sudah dialokasikan dalam APBN," jelas Heru.

Proses perawatan dan pengecatan juga dilakukan di dalam negeri sehingga secara tidak langsung, mendukung industri penerbangan dalam negeri.

Artikel Menarik Lainnya:

Zega
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US