The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Dukung Jokowi Temui Presiden Rusia dan Ukraina, DPR: Bisa Berperan Jaga Perdamaian Dunia
Presiden Joko Widodo. (Instagram/@jokowi)
News

Dukung Jokowi Temui Presiden Rusia dan Ukraina, DPR: Bisa Berperan Jaga Perdamaian Dunia

Jumat, 24 Juni 2022 09:03 WIB 24 Juni 2022, 09:03 WIB

INDOZONE.ID - Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berencana menemui Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, kembali diapresiasi anggota dewan.

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan, dirinya sangat mendukung langkah Presiden Jokowi ini. Pasalnya, jika memang Presiden Jokowi menemui kedua kepala negara yang sedang berseteru itu, maka Indonesia kembali memainkan peran signifikan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang berencana akan menemui Presiden Rusia dan Ukraina untuk misi perdamaian dan kemanusiaan. Keberangkatan Presiden ini harus didukung bersama, dan semoga Indonesia akan kembali memainkan peran signifikan dalam ikut serta menjaga perdamaian dunia, karena perang ini membawa dampak negatif bagi kita semua,” kata Sukamta kepada Indozone, Jumat (24/6/2022).

Masih dituturkan Sukamta, sudah puluhan ribu warga sipil tewas akibat perang ini, lalu jutaan warga Ukraina juga menjadi pengungsi. Dampak perang dirasakan oleh semua pihak, khususnya oleh negara berkembang dan berpenghasilan rendah, sehingga harga barang-barang semakin mahal.

Baca Juga: Duh! Usia Hampir 500 Tahun tapi 15 Kelurahan di Jakarta Ini Belum Punya Puskesmas

Bahkan, di bebeapa negara inflasi meningkat tajam, seperti di Afrika sangat terpengaruh oleh krisis akibat perang ini. Harga gandum, minyak goreng, bahan bakar, dan pupuk, semakin melonjak. Konflik ini juga berdampak pada meningkatnya ancaman krisis pangan dan energi global.

“Karenanya, Indonesia juga penting untuk membawa misi tentang pangan dan energi,” ujar Wakil Ketua Fraksi PKS ini.

Selain itu, Sukamta memandang kunjungan Presiden Jokowi ini merupakan langkah konkret, yang tentunya tidak terlepas dari tanggung jawab Indonesia yang saat ini ditunjuk sebagai Presidensi G20.

“Ini tanggung jawab berat, karena diemban pada situasi yang tidak mudah, pandemi belum resmi berakhir, dan terjadinya perang Ukraina-Rusia,” urai dia.

Politisi PKS ini berujar kondisi tersebut menjadi tantangan yang sangat menarik untuk dihadapi. Leadership Indonesia mendapatkan ruang dan momentum yang mungkin akan dikenang 20-30 tahun yang akan datang, bahwa Indonesia sebagai Presidensi G20, semoga berhasil menjadi penengah Rusia dan Ukraina. Ini momentum bagi Indonesia untuk bisa mendamaikan negara-negara yang bertikai.

“Tentu kita semua berharap pertemuan dengan 2 pemimpin negara yang sedang bertikai tadi membawa hasil yang sangat berarti bagi proses penghentian perang dan terciptanya perdamaian. Agar kita semua bisa segera pulih dari keterpurukan ekonomi sebagai dampak dari pandemic,” tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US