The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Terbongkar! Eks Kades Cikupa Cs Tarik Pungli PTSL, Korbannya 1.316 Orang
Petugas gelar jumpa pers (dok. Humas Polda Banten)
News

Terbongkar! Eks Kades Cikupa Cs Tarik Pungli PTSL, Korbannya 1.316 Orang

Rabu, 06 Juli 2022 20:38 WIB 06 Juli 2022, 20:38 WIB

INDOZONE.ID - Polresta Tangerang menciduk mantan Kepala Desa Cikupa dan tiga orang anggotanya karena melakukan pungutan liar (pungli) dalam program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL). Tak tanggung-tanggung, korban para tersangka mencapai 1.316 orang.

"Kita tangani perkara tindak pidana korupsi yaitu melakukan pungutan diluar ketentuan peraturan perundang-undangan pada program PTSL," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (6/7/2022).

Keempat tersangka tersebut antara lain AM (55), SH (41), MI (50) dan MSE (34). SH sendiri diketahui merupakan mantan Kades.

"Empat tersangka inisial yang pertama AM selaku mantan Kades, kemudian SH mantan Sekdes, MI selaku mantan Kaur perencanaan, MSE selaku mantan Kaur keuangan," beber Romdhon.

Aksi para tersangka dilakukan dengan cara menarik uang pungli kepada para korbannya. Padahal, PTSL sendiri merupakan program sertifikat tanah gratis.

Tangerang, Banten
Petugas gelar jumpa pers (dok. Humas Polda Banten)

BACA JUGA: Polisi Sebut Sendal Berkabel Mencurigakan Dibawa dari Luar Lapas Tangerang

Romdhon sendiri menyebut para pelaku sudah beraksi sejak Januari 2022. Total korbannya bahanya mencapai 1.316.

"Dalam kurun waktu tahun 2020 sampai dengan 2021 korban berjumlah 1.316 orang dengan total kerugian kurang lebih Rp 2 miliar. Satu orang korban bervariasi untuk memberikan ke pelaku," kata Romdhon.

Pungli yang dilakukan para tersangka bervariasi dimulai dari Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah.

"Untuk luas tanah 50 meter dengan surat-surat lengkap dikenakan biaya Rp 500 ribu. Untuk luas tanah lebih dari 50 meter dengan surat tidak lengkap dikenakan biaya Rp 1 Juta. Sedangkan untuk luas tanah di atas 100 meter dengan surat tidak lengkap dikenakan biaya Rp1,5 Juta," paparnya.

Atas perbuatanya para tersangka dijerat Pasal 12 huruf E Undang-undang Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 KUHP dengan hukuman penjara minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda maksimal Rp 1 miliar.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Samsudhuha Wildansyah
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US