PDIP Jelaskan soal 3 Surat Bertanda Tangan Megawati-Hasto untuk KPU
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) didampingi Sekjen Hasto Kristiyanto (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
News

PDIP Jelaskan soal 3 Surat Bertanda Tangan Megawati-Hasto untuk KPU

Mencoba diluruskan.

Minggu, 12 Januari 2020 11:35 WIB 12 Januari 2020, 11:35 WIB

INDOZONE.ID - Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP, Komarudin Watubun, menjelaskan soal ketiga surat dari partainya yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, dan Sekjen Hasto Kristiyanto untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Menurut Komarudin, ketiga surat itu merupakan permohonan PDIP kepada KPU. Isinya adalah terkait gugatan uji materil PKPU No 3/2019 ke Mahkamah Agung (MA). 

Mega dan Hasto mengajukan gugatan tersebut. Mereka pun memberikan kuasa kepada pengacara Donny Tri Istiqomah.

Melalui gugatan uji materil, pihak PDIP meminta agar suara calon legislatif yang meninggal dunia dialihkan. Mereka juga ingin suara yang didapat caleg yang wafat diperhitungkan menjadi suara partai. 

"Surat itu keluar atas keputusan MA. Ada ruang di sana untuk lakukan pergantian, makanya Ibu (Megawati) tanda tangan di situ. Itu normatif saja sebagai ketua umum dan sekjen," kata Komarudin di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

MA kemudian mengeluarkan fatwa berdasarkan putusan No 57.P/HUM/2019. Isinya menyatakan perolehan suara terbanyak caleg menjadi diskresi parpol untuk menentukan kader terbaik sebagai pengganti caleg terpilih yang meninggal dunia.

Akan tetapi, Komarudin mengklaim KPU tidak melaksanakan fatwa MA-nya. KPU menetapkan Riezky Aprilia mengganti Nazarudin Kiemas sebagai anggota DPR RI yang meninggal pada Maret 2019. 

Penetapan itu dilakukan sebelum penyelenggaraan Pemilihan Legislatif 2019. 

"Akan tetapi, kemudian oleh KPU tidak terima surat itu, makanya dilaksanakan sekarang Aprilia itu sudah dilantik jadi anggota DPR," ujar Komarudin.

Sebelumnya, Ketua KPU, Arief Budiman, mengatakan ada tiga surat dari PDIP yang dibubuhi tanda tangan Hasto dan Megawati. Isi surat itu terkait permohonan agar caleg PDI-P Harun Masiku ditetapkan sebagai pengganti antar waktu (PAW) untuk Nazarudin Kiemas.

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Alwan
Ivanrida
Alwan

Alwan

Editor
Ivanrida

Ivanrida

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU