The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kemendikbud Diminta Hati-hati Gunakan Istilah Klaster Covid-19 Usai Dinilai Salah Data
Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
News

Kemendikbud Diminta Hati-hati Gunakan Istilah Klaster Covid-19 Usai Dinilai Salah Data

Diharapkan jadi pembelajaran.

Jumat, 24 September 2021 15:52 WIB 24 September 2021, 15:52 WIB

INDOZONE.ID - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berhati-hati dalam menetapkan klaster Covid-19 di sekolah.

Hal tersebut disampaikan terkait soal adanya temuan 25 klaster Covid-19 di sekolah yang dimana pada fakta lapangan tidak ditemukan kasus Covid-19 di sekolah akibat pembelajaran tatap muka (PTM).

“Kita perlu hati-hati dalam memakai istilah klaster. Definisi klaster adalah ada minimal 2 kasus dan terbukti secara epidemiologi penularannya terjadi di sekolah," ujar Dwi dalam keterangan tertulis, Jumat (24/9/2021).

Maka dari itu, Dinkes DKI menyebutkan ketika terjadi penularan Covid-19 kepada para siswa, belum tentu terdapat klaster baru. Pasalnya, penularan tersebut bisa saja terjadi di tempat lain, bukan di lingkungan sekolah.

“Adanya beberapa kasus di sekolah dalam satu waktu tidak memastikan apakah menjadi satu klaster atau tidak, karena mayoritas kasus yang ada saat ini adalah kasus yang berdiri sendiri, bukan menjadi klaster," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta, Nahdiana menjelaskan, pihaknya telah menelusuri data dari Kemendikbud terkait 25 klaster Covid-19 pada sekolah di DKI Jakarta selama pembelajaran tatap muka (PTM).

Berdasarkan penelusuran di lapangan, survei yang dilakukan Dirjen PAUD Dikdasmen tersebut adalah survei yang dilakukan kepada responden sekolah, dan bukan berdasarkan hasil surveilans Dinas Kesehatan tentang kasus positif yang ditemukan.

"Berdasarkan data di lapangan, sejak dimulai PTM Terbatas Tahap 1, tidak terdapat kasus Covid-19 di sekolah tersebut, baik dari peserta didik maupun pendidik dan tenaga kependidikan," terang Nahdiana.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US