The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

JIS Disamakan dengan Markas Bayern Munchen dan Real Madrid , Ini Alasannya
Jakarta International Stadium. (INDOZONE/Sarah Hutagaol)
News

JIS Disamakan dengan Markas Bayern Munchen dan Real Madrid , Ini Alasannya

Sudah standar FIFA

Jumat, 14 Januari 2022 19:53 WIB 14 Januari 2022, 19:53 WIB

INDOZONE.ID - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengungkapkan berbagai macam keunggulan yang dimiliki Jakarta Intenational Stadium (JIS). Stadion ini didesain dengan standar Federasi Sepakbola Dunia atau FIFA. 

Manajer Proyek JIS PT Jakpro, Arry Wibowo menyebutkan salah satu standar FIFA itu adalah tidak ada lintasan atau trek di pinggir lapangan, sehingga jarak antara penonton dan pemain bola sangat dekat.

"Jadi seperti stadion-stadion modern yang ada di liga Inggris," ucap Arry saat konferensi pers di JIS, Jakarta Utara, Jumat (14/1/2022). 

Selain itu, Arry mengatakan bahwa pencahayaan di dalam stadion tersebut bisa direka atau di-setting, yang berasal dari lubang-lubang kulit pada bangunan luar JIS. 

"Sehingga menimbulkan efek pencahayaan yang dramatis. Kalau di dunia, seperti Allianz Arena milik Bayern Munchen," terangnya. 

Jakarta International Stadium.
Jakarta International Stadium. (INDOZONE/Sarah Hutagaol)

Baca juga: Penemuan Baru, Kerangka 'Naga Laut' Raksasa Ditemukan di Inggris, Bakal Siap Dipamerkan

Kemudian, stadion juga memiliki konsep dengan atap yang bisa terbuka dan tertutup. Ia pun menyamakannya dengan Stadion Santiago Bernabeu, yakni markas raksasa Spanyol, Real Madrid. 

"Ini memang pertama kali juga di Indonesia, di luar negeri sendiri sebenarnya atap buka tutup itu macam-macam, kayak Stadion (Real) Madrid yang sudah direnovasi ," ungkap Arry. 

Jakarta International Stadium.
Jakarta International Stadium. (INDOZONE/Sarah Hutagaol)

Tak hanya itu, Arry pun mengatakan, JIS menggunakan rumput hybrid seperti stadion-stadion di Eropa. Komposisinya terdiri dari 95 persen rumput asli, sedangkan 5 persen adalah rumput sintesis. 

"Di dalam rumput kita ini kan hybrid, tetap ada 95 persen itu rumput natural atau alami, kemudian 5 persennya itu rumput sintesis, tentu membutuhkan cahaya yang cukup untuk berfotosintesis," tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Rachmat Fahzry
Sarah Hutagaol
JOIN US
JOIN US