The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Gercep Antigen Bekas di KNO, Fakta 2020 Kimia Farma Untung 17 Miliar Ditopang Bisnis Rapid
PM (45) Plt Branch Manager Kimia Farma di Medan. (Antara Foto)
News

Gercep Antigen Bekas di KNO, Fakta 2020 Kimia Farma Untung 17 Miliar Ditopang Bisnis Rapid

Jumat, 30 April 2021 14:21 WIB 30 April 2021, 14:21 WIB

INDOZONE.ID - Otak pelaku Manajer Kimia Farma Cabang Medan meraup keuntungan berlimpah dari hasil kejahatannya mendaur ulang stik swab antigen di bandara Internasional Kualanamu.

PM (45) yang menyuruh anak buahnya memakai alat tes antigen bekas itu dinilai raih pemasukan hingga Rp 1,8 miliar dari aksi tidak terpujinya itu.

Untuk setiap tes, biaya yang dikenakan adalah Rp200.000 kepada setiap calon penumpang pesawat di Kualanamu.

5 orang tersangka telah melakukan perbuatannya sejak Desember 2020 dan diperkirakan ada 9.000 orang yang telah menggunakan tes antigen bekas tersebut.

"Dari hasil pengungkapan Ditreskrimsus Polda Sumut, kegiatan daur ulang stik COVID-19 ini sudah dilakukan sejak Desember 2020," katanya saat ekspose kasus di Mapolda Sumut, di Medan, Kamis (30/4/2021).

Bahkan antigen di daur ulang di kantor Kimia Farma di Jalan RA Kartini, Medan.

2020 Kimia Farma raih untung Rp 17,63 miliar

Diketahui Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten farmasi BUMN PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) itu membukukan pendapatan sebesar Rp10 triliun pada 2020. Perolehan itu tumbuh 6,4 persen dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar Rp9,4 triliun.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan juga naik menjadi Rp6,34 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp5,89 triliun.

Kendati demikian, beban pajak penghasilan kini perseroan menyust menjadi Rp48,57 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp90,86 miliar.

Dari situ, KAEF berhasil mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp17,63 miliar pada 2020.

Perolehan itu berbanding terbalik dengan perolehan 2019 yang mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp12,72 miliar.

Artikel menarik lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US