The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Memohon ke Jokowi, Haikal Hassan: Ganti Nadiem Makarim dengan Senior Bijak dan Nasionalis
Nadiem Makarim. (Instagram/@nadiemmakarim)
News

Memohon ke Jokowi, Haikal Hassan: Ganti Nadiem Makarim dengan Senior Bijak dan Nasionalis

Rabu, 21 April 2021 14:06 WIB 21 April 2021, 14:06 WIB

INDOZONE.ID - Pendakwah Haikal Hassan meminta Presiden Jokowi untuk mengganti posisi Nadiem Makarim di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Haikal Hassan memohon ke Jokowi agar Nadiem diganti dengan senior yang lebih bijak, nasionalis, religius, pancasilais dan paham arti keadilan pendidikan.

"Kasus buku sejarah gak cukup utk ditarik saja... ini terlalu bahaya buat main2. Mohon Presiden @jokowi ganti @nadiemmakarim dengan yg senior, bijak, nasionalis religius, pancasilais, paham arti keadilan pendidikan," kata Haikal melalui akun Twitter-nya, Rabu (21/4/2021).

Haikal juga mengungkit soal permasalahan kamus sejarah yang belakangan ini sedang ramai diperbincangkan. Dalam kamus tersebut, nama pendiri Nahdatul Ulama (NU), KH Hasym Asyari menghilang dari Kamus Sejarah Indonesia Jilid I.

Haikal pun meminta agar Nadiem bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Dia bahkan terang-terangan meminta Nadiem mundur dari posisinya sebagai Menteri Pendidikan.

Sementara itu, Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengaku kecewa karena nama KH Hasym Asyari hilang dari Kamus Sejarah Indonesia Jilid I terbitan Kemendikbud.

"Alasan bahwa hal tersebut kelalaian bukan kesengajaan masih perlu diuji lagi fakta yang sebenarnya. Mengingat, Hasyim Asyari adalah tokoh bangsa, maka sangat tidak masuk akal jika alasannya karena lupa," kata Achmad Baidowi, Selasa (20/4/2021).

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengaku bersalah. Dia menjelaskan bahwa itu adalah kesalahan yang tidak disengaja.

"Saya mengakui bahwa ini kesalahan karena kealpaan bukan karena kesengajaan, itu poin yang saya tekankan, tapi sekarang sudah diturunkan, dan juga di perpustakaan kemdikbud juga kita tarik," kata Hilmar.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Dina

Dina

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US