The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Aturan Baru! Syarat Perjalanan Diperketat Mulai 22 April Hingga H+7 Periode Larangan Mudik
Ilustrasi: Calon penumpang menunggu bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Rabu (22/4/2020). (INDOZONE)
News

Aturan Baru! Syarat Perjalanan Diperketat Mulai 22 April Hingga H+7 Periode Larangan Mudik

Kamis, 22 April 2021 11:23 WIB 22 April 2021, 11:23 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah membuat beberapa aturan baru sebagai upaya untuk mengantisipasi peniadaan mudik Lebaran 2021 di masa pandemi corona.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) memperketat persyaratan bagi para Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 dan H+7 periode peniadaan mudik.

Adapun H-14 dari periode larangan mudik adalah 22 April-5 Mei dan H+7 yakni 18 Mei-24 Mei. Sedangkan untuk masa peniadaan mudik 6-17 Mei 2021 tetap berlaku.

Ketentuan baru ini tertuang dalam Addendum Surat Edaran Satgas Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran COVID-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H.

"Tujuan Addendum Surat Edaran ini adalah untuk mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk, yang berpotensi meningkatkan penularan kasus antar daerah pada masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik diberlakukan," ujar Kepala BNPB selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, dalam keterangannya pada Kamis (22/4/2021).

aturan baru mudik
Calon penumpang menunggu bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Rabu (22/4/2020). (INDOZONE)

Berikut ini beberapa aturan baru larangan mudik yang Indozone rangkum, Kamis (22/4):

1. Addendum Surat Edaran ini berlaku mulai 22 April 2021 hingga 5 Mei 2021, kemudian 18 Mei hingga 24 Mei 2021.

2. Addendum ini juga mengatur ketentuan khusus pengetatan perjalanan untuk semua moda transportasi, udara, laut dan darat.

3. Para pelaku perjalanan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Bandar Udara sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.

4. Pelaku perjalanan transportasi laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di pelabuhan sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.

5. Terkhusus untuk perjalanan rutin dengan moda transportasi laut untuk pelayaran terbatas dalam wilayah satu kecamatan/kabupaten/provinsi, atau dengan transportasi darat baik pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan, tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan. Namun, akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah.

6. Pelaku perjalanan kereta api antarkota diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di stasiun kereta api sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

7. Pelaku perjalanan transportasi darat pribadi, dihimbau untuk melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau tes GeNose C19 di rest area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan. Akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah.

8. Bagi anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diwajibkan untuk melakukan tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.

9. Apabila hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

Sebagai informasi, sebelumnya Satgas hanya mengatur tentang peniadaan mudik Lebaran yang berlaku pada 6-17 Mei 2021 dalam Surat Edaran tersebut.

TAG
Zal
Zal

Zal

Editor
JOIN US
JOIN US