The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Geger Pelecehan Siswa Sekolah Taruna Papua oleh Pembina Sekolah, Korban Dipaksa Oral Seks
Ilustrasi pelecehan seksual (Pexels)
News

Geger Pelecehan Siswa Sekolah Taruna Papua oleh Pembina Sekolah, Korban Dipaksa Oral Seks

Senin, 19 April 2021 16:20 WIB 19 April 2021, 16:20 WIB

INDOZONE.ID - Terjadi pelecehan seksual yang dialami sekitar 25 orang siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Timika. Pelakunya adalah oknum pembina asrama sekolah itu sendiri, yakni pria berinisial DFL (35).

Kasus ini turut dipantau oleh Kemensos RI. P2TP2A pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Mimika sudah meminta sejumlah data terkait identitas pelaku dan para korban.

"Data-data itu nantinya akan dibawa oleh pihak P2TP2A Mimika ke Kemensos di Jakarta mengingat ternyata selama ini Kemensos juga mengikuti perkembangan proses hukum tersangka kasus pelecehan siswa SATP Timika," kata Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto, Senin (19/4/2021).

Secepatnya, penyidik Reskrim Polres Mimika akan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari Timika untuk proses hukum lebih lanjut.

DFL diketahui merupakan pembina asrama putra SATP di Kelurahan Wonosari Jaya SP4, Distrik Wania, Timika. Dia melakukan pelecehan seksual kepada 25 siswa mulai dari November 2020 hingga Maret 2021.

Modusnya adalah mengajak para korban ke kamar mandi pada malam hari sebelum siswa tidur. Korban kemudian diperintahkan melakukan oral seks terhadapnya.

Jika permintaannya tidak dituruti, korban dicambuk dengan seutas kabel listrik. Rata-rata korban baru berusia 6-13 tahun. Dari 25 korban, terdapat satu siswa berjenis kelamin perempuan.

Kasus ini baru terkuak setelah setelah kepala asrama menemukan seorang siswa yang sedang menangis di tempat tidurnya.

Dari situlah, siswa tersebut akhirnya menceritakan pengalaman traumatisnya dipaksa melayani birahi DFL. Satu per satu, siswa lain yang pernah menjadi korban akhirnya mengaku.

Kasus pelecehan seksual ini sontak memicu kemarahan dan aksi demo besar-besaran para orang tua siswa.

Orangtua bahkan menuntut Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pemilik SATP menghentikan kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Lokon yang saat ini dipercayakan mengelola SATP Timika.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US