The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Uni Eropa Gugat AstraZeneca untuk Kedua Kalinya
AstraZeneca harus menghadapi gugatan hukum Uni Eropa (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
News

Uni Eropa Gugat AstraZeneca untuk Kedua Kalinya

Bisa picu krisis keuangan.

Kamis, 13 Mei 2021 15:30 WIB 13 Mei 2021, 15:30 WIB

INDOZONE.ID - Uni Eropa mengajukan gugatan terhadap AstraZeneca pada Selasa pekan ini dan berpotensi menimbulkan krisis keuangan untuk perusahaan tersebut. Uni Eropa menganggap pihak Astra Zeneca telah melanggar kontrak pasokan vaksin Covid-19.

Gugatan tersebut menjadi yang kedua diajukan Uni Eropa terhadap AstraZeneca. Sebelumnya mereka sempat mengambil tindakan pada akhir April karena penundaan pasokan vaksin.

Dilansir dari Reuters, AstraZeneca mengatakan tindakan hukum pertama Uni Eropa tidak berdasar, dengan mengatakan bahwa mereka mematuhi kontrak. Pengacara perusahaan mengatakan pada hari Selasa bahwa gugatan baru tidak diperlukan karena sudah ada gugatan yang sedang berjalan.

Baca Juga: Brazil Tunda Penggunaan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Pada Ibu Hamil

Sementara itu, Pengacara Uni Eropa Rafael Jafferali, berbicara di pengadilan Belgia pada persidangan hari Selasa, meminta agar AstraZeneca memberikan total 120 juta dosis vaksin pada akhir Juni dalam permintaan resmi pertama Brussel mengenai jumlah persis yang ingin mereka terima pada pertengahan tahun.

Produsen obat Anglo-Swedia itu awalnya berkomitmen untuk mengirimkan 300 juta dosis vaksin dari Desember hingga akhir Juni, tetapi telah menunda pengiriman karena mereka hanya mengirimkan 50 juta dan menurut kontrak akan jatuh tempo pada Januari.

Sebagai kompensasi parsial dan langsung atas penundaan tersebut, pengacara UE mengatakan kepada pengadilan bahwa perusahaan harus memberikan 120 juta dosis pada akhir Juni - 90 juta pada kuartal kedua, selain 30 juta dosis vaksin yang dikirimkan pada akhir Maret. 

Target AstraZeneca adalah mengirimkan 100 juta dosis vaksin pada pertengahan tahun, yang dikonfirmasi oleh pengacara perusahaan Hakim Boularbah pada sidang pada hari Selasa.

Boularbah mengatakan AstraZeneca tidak berkewajiban untuk mengirimkan seluruh volume dosis yang ditetapkan dalam kontrak karena hanya berkomitmen untuk melakukan "upaya terbaik yang masuk akal" untuk mencapainya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Lanjar Wiratri
JOIN US
JOIN US