The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Presiden Jokowi Siap Divaksin COVID-19 Paling Depan
Presiden Jokowi. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)
News

Presiden Jokowi Siap Divaksin COVID-19 Paling Depan

Tapi jika diminta timnya.

Rabu, 18 November 2020 10:29 WIB 18 November 2020, 10:29 WIB

INDOZONE.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan siap untuk menjadi orang yang pertama menjalani vaksin COVID-19 setelah dinyatakan layak. Namun hal itu jika ada permintaan dari sebuah tim uji klinis vaksin Covid-19.

"Kalau ada yang bertanya Presiden nanti di depan atau di belakang (melakukan vaksin), kalau oleh tim saya diminta yang paling depan, ya saya siap," kata Presiden Jokowi di Puskesmas Tanah Sareal Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020).

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menjelaskan yang pertama mendapat prioritas vaksin COVID-19 adalah tenaga kesehatan, seperti dokter, perawat dan para tenaga medis.

"Plus TNI dan Polri, kemudian nanti baru ASN untuk pelayanan publik yang ada di depan, guru, dan kemudian tentu saja kita semuanya," kata Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan hanya vaksin COVID-19 yang masuk dalam daftar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang akan diberikan pemerintah kepada masyarakat.

"Semua vaksin yang kita pakai harus masuk ke 'list' WHO, ini wajib, harus masuk ke 'list-nya' WHO," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, mengenai vaksin pihaknya berharap dan terus berusaha bisa datang di akhir bulan November.

"Tapi kalau tidak bisa masuk (November) berarti ke bulan Desember, baik itu dalam bentuk vaksin jadi maupun dalam bentuk bahan baku yang akan diolah di Bio Farma," ungkap Presiden.

Namun setelah vaksin masuk ke Indonesia, menurut Presiden, masih ada tahapan selanjutnya.

"Setelah kita terima masih ada tahapan lagi, tidak bisa langsung disuntikkan karena masih ada tahapan lagi di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) karena kita memerlukan Emergency Use Authorization (EUA) dari sana," tambah Presiden.

Tahapan tersebut menurut Presiden memerlukan waktu sekitar 3 minggu.

"Setelah mendapatkan izin dari BPOM baru kita lakukan vaksinasi. Kaidah-kaidah 'scientific', kaidah-kaidah ilmiah ini juga saya sudah sampaikan wajib diikuti. Kita ingin keselamatan, keamanan masyarakat itu harus betul-betul diberikan tempat yang paling tinggi," tegas Presiden.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Teken Perpres Baru Atur Struktur Komite Penanganan COVID-19

Pemerintah Indonesia diketahui sudah meneken kesepakatan untuk pengadaan 143 juta dosis konsentrat vaksin dengan perusahaan farmasi asal China yaitu Sinovac, Sinopharm dan CanSino masing-masing 65 juta dan 15 juta hingga 20 juta konsentrat vaksin. Vaksin itu rencananya akan diproduksi oleh BUMN PT Bio Farma.

Uji klinis tahap ketiga vaksin COVID-19 Sinovac sedang dilakukan oleh tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran sejak Agustus 2020 dan sudah ada 1.620 orang relawan yang mendapatkan suntikan pertama dan belum ditemukan efek samping.

Bio Farma diminta untuk mulai menyiapkan vaksin COVID-19 siap edar sebanyak tiga juta dosis mulai November 2020 tapi penggunaannya tetap menunggu persetujuan dari BPOM.

Selain dengan China, Indonesia menjalin kerja sama vaksin dengan perusahaan teknologi G-24 asal Uni Emirat Arab (UAE) pertengahan Agustus dengan memasok 10 juta dosis vaksin melalui kerja sama dengan PT Kimia Farma.

Kemudian masih ada 100 juta dosis vaksin COVID-19 yang diproduksi AstraZeneca diharapkan dapat dilakukan pengiriman pertama pada kuartal kedua 2021.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Edi Hidayat

Edi Hidayat

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US