The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Unilever Indonesia Konfirmasi, Sejumlah Karyawannya Positif Corona
Logo Unilever. (Instagram/@unilever)
News

Unilever Indonesia Konfirmasi, Sejumlah Karyawannya Positif Corona

Dilakukan penutupan pabrik.

Kamis, 02 Juli 2020 18:44 WIB 02 Juli 2020, 18:44 WIB

INDOZONE.ID - Manajemen PT Unilever Indonesia mengkonfirmasi, sejumlah karyawannya yang bekerja di gedung TBB di kawasan Cikarang, Jawa Barat, dipastikan positif terpapar virus Corona (Covid-19).

Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk, Sancoyo Antarikso, mengatakan pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bekasi untuk melakukan mitigasi terhadap kondisi tersebut.

"Sebagai langkah proaktif pencegahan dan memastikan keselamatan karyawan, PT Unilever Indonesia Tbk telah berinisiatif untuk menghentikan sementara operasional di gedung TBB sejak Jumat, 26 Juni 2020, menyusul diterimanya laporan mengenai beberapa karyawan di bagian engineering gedung TBB yang terkonfirmasi positif COVID-19," ujar Sancoyo saat dikonfirmasi Indozone, Kamis (2/7/2020).

Sancoyo menjelaskan kronologis kejadian tersebut. Menurutnya, pihak PT Unilever Indonesia Tbk dengan segera menghubungi dan mengirimkan laporan resmi mengenai situasi tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, melakukan contact tracing, dan mewajibkan PCR test bagi keseluruhan karyawan gedung TBB sebanyak 265 orang.

Menurut Sancoyo, pabrik-pabrik Unilever di Cikarang berada dalam lokasi yang terpisah-pisah. Gedung TBB merupakan salah satu bagian dari kompleks pabrik PT Unilever Indonesia Tbk di Cikarang, yang mana dalam kompleks tersebut terdapat beberapa gedung dengan protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat.

"Karyawan hanya diperbolehkan bekerja di zona masing-masing, dan tidak dapat melintas zona kerja dan area produksi untuk alasan apapun," jelasnya.

Sancoyo juga menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan karyawan adalah prioritas utama perusahaan. Maka itu, ketika terdapat beberapa orang karyawan yang terkonfirmasi positif Corona, maka pihak manajemen dengan segera memutuskan untuk menghentikan operasional.

“Operasional segera kami tangguhkan begitu mendapat kabar tersebut, untuk berfokus menerapkan berbagai langkah preventif dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan," tuturnya.

Ia juga memastikan, Unilever secara Global memiliki protokol yang tegas dalam menangani kasus COVID-19, dan kebijakan ini diterapkan pada seluruh kantor dan pabrik Unilever di 180 negara, termasuk di Indonesia.

"Sejak awal pandemi, kami telah melakukan zonasi pada kompleks pabriknya. Kompleks pabrik Unilever Cikarang terdapat beberapa gedung dengan protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat. Karyawan hanya diperbolehkan bekerja di zona masing-masing, dan tidak dapat melintas zona kerja dan area produksi untuk alasan apapun," kata dia.

Sancoyo menambahkan, pihaknya terus memastikan bahwa semua standar keselamatan dan kesehatan kerja di pabrik terpenuhi sebelum nantinya diputuskan operasional berjalan normal kembali.

"Kami memahami bahwa produk kami merupakan bagian penting dalam keseharian konsumen oleh karena itu perlu kami sampaikan bahwa hal ini tidak akan mempengaruhi pasokan kepada konsumen. Stok yang ada di gudang kami maupun di gudang distributor dan pelanggan masih mencukupi," tegasnya.

Sancoyo menambahkan, langkah-langkah yang diterapkan PT Unilever Indonesia Tbk di gedung TBB pabrik Cikarang adalah protokol keamanan untuk seluruh fasilitas operasional Unilever di seluruh Indonesia, diantaranya, pemberlakukan larangan perjalanan, pengaturan kerja dari rumah untuk karyawan yang bekerja di kantor (office-based), tim dokter perusahaan yang siaga membantu karyawan di daerah masing-masing, serta pemantauan kesehatan yang dilakukan setiap hari dengan standar pengawasan dan prosedur tindak lanjut yang ketat.

Virus Corona,Covid-19,Unilever
Ilustrasi rapid test atau tes cepat virus corona (Covid-19). (ANTARA/Yulius Satria Wijaya)

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, menyampaikan pentingnya kerjasama yang baik antar pihak dan langkah-langkah yang telah dilakukan,

“Tim Gugus Tugas dan pengelolah Kawasan Industri Jababeka telah melakukan kunjungan ke lokasi dan berkoordinasi langsung dengan manajemen setempat. Kami mengapresiasi langkah Unilever Indonesia yang telah melapor kepada Gugus Tugas, sehingga kita dapat dengan sigap melakukan pengecekan," ujarnya secara terpisah.

Menurut Alamsyah, keterbukaan dan kecepatan penanganan menjadi faktor yang penting dalam usaha bersama untuk memitigasi dan mengambil langkah-langkah kedepannya sehingga penyebaran Corona dapat diputus.

"Berdasarkan tinjauan kami, Unilever memiliki beberapa pabrik di kompleks Cikarang, setiap gedungnya memiliki protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat. Sehingga hanya satu area saja yang perlu untuk ditutup untuk sementara. Kami menghargai bahwa perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan, bersikap proaktif, terbuka dan terus berkoordinasi dengan kami," tuturnya.

Dalam penanganan, pihak perusahaan terus berkoordinasi dengan tim Gugus tugas COVID-19 Kabupaten Bekasi yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketenagakerjaan, Kepolisian Resor (Polres), Komando Distrik Militer (Kodim), dan Dinas Perindustrian serta manajemen Kawasan Industri Jababeka untuk melaporkan dan menyampaikan keputusan penghentian sementara operasional pabrik serta menyelaraskan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mengutamakan kesehatan dan keselamatan karyawan.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Sigit Nugroho
JOIN US
JOIN US