The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Menteri Luhut Klaim Penanganan Virus Corona Kian Baik dan Tuai Pujian Badan Keuangan Dunia
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (ANTARA/Kemenko Kemaritiman dan Investasi)
News

Menteri Luhut Klaim Penanganan Virus Corona Kian Baik dan Tuai Pujian Badan Keuangan Dunia

Kamis, 09 Juli 2020 22:26 WIB 09 Juli 2020, 22:26 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim penanganan wabah Coronavirus Disease 19 (Covid-19) di Indonesia semakin membaik.

Meski demikian, Luhut mengakui masih ada kekurangan terkait penanganan tersebut.

Hal ini disampaikan Luhut saat menghadiri acara orientasi calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

"Harus diakui, penanganan semakin baik walaupun kita tidak menafikan kekurangan yang ada dan itu selalu kita benahi, karena segala sesuatunya memang harus berhati-hati, apalagi ini untuk masyarakat," kata Luhut dikutip dari Antara.

Luhut juga mengklaim bahwa keputusan menghindari kebijakan lockdown oleh pemerintah menuai pujian dari badan keuangan dunia. 

Menurutnya, pilihan pemerintah untuk tidak menerapkan lockdown dinilai sebagai strategi yang baik.

"Contoh keputusan tidak lockdown, banyak pihak menilai itu adalah taktik dan strategi yang baik. Badan keuangan dunia pun memuji langkah kita, karena perekonomian kita tidak tergoncang secara drastis," katanya.

Pada acara ini, Luhut mengatakan bahwa Indonesia juga akan bekerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA) untuk memproduksi satu juta vaksin per tahun.

"Rencananya, Uni Emirat Arab sangat berminat untuk bekerja sama dengan perusahaan Indonesia guna memproduksi vaksin, dengan rencana produksi hingga satu juta vaksin per tahun. Untuk riset dan inovasi ke depan akan ada tiga negara yang akan bekerja sama," katanya.

Luhut mengatakan, pergolakan dunia berlangsung sangat cepat dan dinamis akibat wabah Covid-19.

Penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu memberi pelajaran kepada banyak negara tentang pentingnya sektor kesehatan.

Menurut Luhut, pihaknya akan menganggarkan dana senilai Rp 80 triliun untuk mewujudkan kemandirian nasional pada sektor tersebut.

"Kita bangun kemandirian nasional di sektor kesehatan, dengan anggaran sebesar Rp 80 triliun, antara lain akan kita gunakan untuk mendorong kemandirian tersebut," katanya.

Luhut menambahkan, strategi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan difokuskan pada tiga aspek. 

Yakni kesehatan untuk penanganan Covid-19, pemberian bantuan sosial untuk masyarakat terdampak serta stimulus ekonomi untuk pemulihan sektor swasta.

Total anggaran untuk program PEN ini mencapai Rp 695,2 triliun atau empat persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Nanda Fahriza Batubara
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US