The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sosok Sulistiono Mahasiswa Tega Habisi Nyawa Pasutri di Binjai, Terancam Hukuman Mati
Sulistiono pembunuh bengis tega habisi nyawa pasutri di Binjai. (Ist)
News

Sosok Sulistiono Mahasiswa Tega Habisi Nyawa Pasutri di Binjai, Terancam Hukuman Mati

Kamis, 04 Maret 2021 15:27 WIB 04 Maret 2021, 15:27 WIB

INDOZONE.ID - Sulitiono (25) sosok dibalik tewasnya pasutri Sugianto-Astuti di Binjai terancam hukuman mati karena dinilai sudah merencanakan pembunuhan terhadap pasangan itu.

"Tersangka sudah beberapa minggu mengintai korban. Menggunakan Truk, dengan berpura-pura truknya rusak dan diparkir di pinggir jalan," kata Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo pada wartawan baru-baru ini.

Tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai kernet truk merupakan warga Sei Mencirim, Deliserdang.

Dalam identitasnya disebutkan kalau Sulistiono berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa.

Saat peristiwa kejadian pelaku berpura-pura kendaraannya rusak lalu diparkir di pinggir jalan. 

Sambil menunggu korban melintas dia pun kemudian berpura-pura minta tolong.

Korban yang berboncengan dengan istrinya berhenti untuk membantu.

Identitas Sulistiono pelaku pembunuhan di Binjai. (Ist)
Identitas Sulistiono pelaku pembunuhan di Binjai. (Ist)

Tersangka mengaku baterai truk bermasalah, lalu Sugianto pun melihat baterai truk tersebut. 

"Saat itulah, tersangka memukul pundak Sugiarto dengan besi yang sudah dipersiapkan. Korban langsung sempoyongan dan jatuh ke parit," jelas Kapolres.

Di saat yang bersamaan istrinya spontan guna melarikan diri. Namun sayang sebelum lari dari pelaku, dia berhasil ditangkap lalu memukulnya dan membuangnya ke parit.

"Melihat Sugianto masih bergerak, tersangka kembali memukul leher korban. Istri korban juga dipukul berulang-ulang sampai meninggal," katanya.

Tersangka lalu menjual sepeda motor seharga 2,1 juta kepada penadah inisial AMS. Uang tersebut kemudian dibelikan ponsel seharga Rp 1,3 juta.

Romadhoni Sutardjo, menjelaskan kasus tersangka Sulistiono alias Sulis melakukan pembunuhan berencana atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan matinya orang melanggar Pasal 340 sub Pasal 338 Subs Pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Kronologi kejadian

Sebelumnya diketahui Pasangan suami istri (pasutri) tewas dibegal usai pulang belanja dini hari dari pasar Tavip Kota Binjai.

Keduanya tewas dengan mengenaskan diduga dibunuh di perkebunan tebu PTPN II Kel Tunggurono Kec Binjai Timur.

Diketahui Sugianto (56) dan istrinya Atuti (59) warga Desa Sei Mencirim Dusun 7 Kampung Banten, Kecamatan Kutalimbaru Deliserang ditemukan tewas usai pulang belanja. 

Namun pada pukul 06.00 Wib keduanya tidak kunjung sampai di rumah hingga membuat sang anak bertanya-tanya.

Curiga kedua orangtuanya tidak pulang, Alika kemudian melaporkan kejadiannya ke pamannya bernama Yamin.

Selanjutnya Alika besama keluarganya mencari-cari korban dan menyisir di sepanjang jalan dari rumah hingga ke pasar Tavip untuk mencari keberadaan mereka.

Dari sini mereka mendapatkan kabar kalau orangtuanya sempat berbelanja dan membeli jengkol pada pukul 05.30 Wib.

Setelah itu keduanya pulang dengan membawa barang belanjaan. Namun keduanya tidak sampai di rumah.

Setelah dilakukan pencarian, Yamin menemukan korban tegeletak di dalam parit di sekitar Jalan Gajah Mada di dekat perempatan Kebun Dusun XII.

Yamin kemudian memberitahukan kepada pihak Polsek Binjai Timur tentang pasutri itu yang dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US