The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ratusan Rumah Tergenang, Jembatan Merah Tuntungan Amblas Akibat Banjir Besar di Medan
Bupati Deliserdang, Sumut Ashari Tambunan, Sabtu (5/12/2020) saat melihat jembatan Merah Tuntungan di Desa Durin Jangak, Kecamatan Pancur Batu yang longsor dampak meluapnya Sungai Belawan. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkab Deliserdang)
News

Ratusan Rumah Tergenang, Jembatan Merah Tuntungan Amblas Akibat Banjir Besar di Medan

Sabtu, 05 Desember 2020 16:21 WIB 05 Desember 2020, 16:21 WIB

INDOZONE.ID - Hujan deras yang mengguyur kawasan Medan pada Jum'at dini hari menyebabkan air Sungai Sunggal meluap hingga menggenangi ratusan rumah warga dengan ketinggian mencapai tiga meter.

Diketahui sebelumnya 8 korban di kawasan Desa Tanjung Selamat, Deli Serdang hilang dan 5 diantara ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Akibat derasnya arus banjir, Jembatan Merah Tuntungan di Desa Durin Jangak, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang yang menghubungkan akses ke Kota Medan longsor.

Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan menyebutkan dirinya telah menginstruksikan jajarannya agar secepatnya memperbaiki jembatan tersebut.

"Sebab jembatan itu sangat vital bagi masyarakat sekitar. Karena jembatan itu menjadi akses menuju Kota Medan dan Pancur Batu," kata Ashari seperti dilansir Antara pada Sabtu (5/12/20).

Ashari Tambunan juga telah terjun langsung ke lokasi setelah mendapatkan informasi dari Camat Pancur Batu bahwa Jembatan Merah Tuntungan longsor karena debit air Sungai Belawan yang naik akibat intensitas curah hujan meningkat dalam satu pekan ini.

Bupati Deli Serdang itu juga meminta kepada Camat Pancur batu bersama jajarannya serta Kepala Desa untuk memantau beberapa sungai yang melewati Kecamatan Pancur Batu.

Ia menghimbau masyarakat untuk selalu waspada karena melihat curah hujan yang cukup tinggi, ditakutkan akan terjadinya banjir dan longsor susulan.

"Karena curah hujan yang cukup tinggi bisa mengakibatkan terjadinya banjir dan longsor. Kepada masyarakat juga diimbau agar selalu waspada mengingat cuaca saat ini yang tidak dapat diduga-duga," tambah Ashari Tambunan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari 4 lokasi banjir, hingga kini petugas telah berhasil mengevakuasi 86 jiwa, yakni anak-anak 50 jiwa, balita 38 jiwa, dewasa 67 jiwa, dan lansia 26 jiwa. 

Sementara itu sampai saat ini, setidaknya 2.773 rumah terendam yang mencakup 1983 KK dan 5.965 jiwa.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Putri Octapia Saragih
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US