The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Cadangan Devisa Indonesia Berkurang US$9,4 Miliar, Dipakai untuk Apa?
Ilustrasi cadangan devisa yang dimiliki Indonesia dirasa cukup untuk saat ini. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
News

Cadangan Devisa Indonesia Berkurang US$9,4 Miliar, Dipakai untuk Apa?

Ini penjelasan Gubernur BI.

Selasa, 07 April 2020 21:25 WIB 07 April 2020, 21:25 WIB

INDOZONE.ID - Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat senilai US$121 miliar (Rp1954 triliun). Jumlah itu anjlok hingga US$9,4 miliar dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penggunaan cadev itu antara lain untuk membayar utang pemerintah yang jatuh tempo. Selain itu untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. 

"Penurunan US$2 miliar untuk utang pemerintah jatuh tempo, dan US$ 7 miliar untuk stabilisasi rupiah, khususnya pada minggu kedua dan ketiga di mana terjadi kepanikan global yang mendorong investor melepas saham, obligasi. Di situ peran BI berada di pasar," ungkap Perry dalam video conference hari ini, Selasa (7/4/2020). 

Perry memastikan, cadev yang ada saat ini sudah lebih dari cukup untuk menunjang pembayaran utang jatuh tempo pemerintah hingga untuk stabilisasi pasar. Ia juga optimistis, cadev tersebut akan kembali bertambah seiring meredanya volatilitas pasar. 

"Ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dan stabilisasi nilai tukar rupiah. Tingkat cadev kita stabil dan meningkat dewasa ini dan itu bisa melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah," tuturnya. 

Gubernur BI,Virus Corona,Perry Warjiyo
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: INDOZONE/Sigit Nugroho)

Meski cadangan devisa masih cukup, lanjut Perry, BI masih memiliki pertahanan lapis dua (second line of defense) berupa kerja sama dengan berbagai bank sentral. 

"Kami ada kerja sama swap dengan Tiongkok US$32 miliar, Jepang US$22,6 miliar, Singapura US$7 miliar atau 10 juta dolar Singapura, Korea Selatan UD$10 miliar. Ini second line of defense. Cadangan devisa cukup, tapi kami punya ini untuk digunakan guna menjaga stabilitas kurs dan perekonomian kita untuk memulihkan ekonomi," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Muhammad Wirawan Kusuma
Sigit Nugroho
JOIN US
JOIN US