The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Geger! Peti Mati Telantar di Jalan, Ternyata Jenazah Terduga COVID-19, Begini Ceritanya
Peti mati jenazah telantar di depan gerbang kompleks TPU Kenari, Medan, Sumatera Utara, Minggu (20/9/2020). (istimewa)
News

Geger! Peti Mati Telantar di Jalan, Ternyata Jenazah Terduga COVID-19, Begini Ceritanya

Rabu, 23 September 2020 18:33 WIB 23 September 2020, 18:33 WIB

INDOZONE.ID - Warga Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dihebohkan dengan penampakan peti mati jenazah yang tampak ditinggal begitu saja di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kenari, Medan, Minggu (20/9/2020) malam.

Belakangan diketahui bahwa peti mati itu berisi jenazah seorang wanita berinisial S (62).

Dia sebelumnya dirawat di RSU Madani Medan sebelum akhirnya meninggal dunia dengan status propable, yakni pasien yang memiliki gejala sedang hingga berat. 

Belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan bahwa perempuan itu positif terpapar COVID-19.

Pihak keluarga yang berdatangan dari rumah duka ke TPU sontak histeris melihat kondisi jenazah tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, petugas dan sopir ambulance pergi begitu saja usai mengantarkan peti mati jenazah itu di depan gerbang TPU.

Peristiwa inipun mengundang perhatian warga sekitar. Pihak keluarga yang tidak terima dengan perlakuan itu menangis sembari meluapkan kekecewaan.

"Bukan kena COVID-19 ini. Kejam kali orang itu. Bukan binatang ini, Pak. Ini manusia," teriak seorang wanita.

Saat melihat peti jenazah itu seolah telantar, pihak keluarga awalnya berinisiatif membawa ke rumah duka. Beberapa waktu berselang, mereka kembali membawa jenazah ke TPU untuk dikebumikan.

Kepada wartawan, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Medan dr Mardohar Tambunan mengatakan bahwa pihak rumah sakit sudah bekerja sesuai aturan.

Menurut dia, pihak rumah sakit hanya bertanggung jawab hingga pemulasaran jenazah. 

Selanjutnya, urusan jenazah ditanggungjawabi oleh  Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Deli Serdang, karena pasien merupakan warga daerah tersebut.

Namun sesampainya di depan TPU, lanjut Mardohar, tidak ditemukan petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Deli Serdang.  

"Ini keterangan dari Direktur RS Madani. Ternyata tidak ada (Gugus Deli Serdang)," katanya kepada wartawan.

Menurut Mardohar, petugas dan sopir ambulance tidak menelantarkan peti mati jenazah tersebut. Mereka justru disuruh pulang pihak keluarga. Sebab, mereka ingin membawa jenazah ke rumah duka.

"Petugas disuruh pulang. Bukan ditinggal itu. Bukan ditinggal," kata Mardohar berdasarkan keterangan pihak rumah sakit.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Deli Serdang sekaligus Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Deli Serdang dr Ade Budi Krista membantah.

Dia mengaku mendapat informasi yang berbeda. Menurutnya, jenazah itu hanya diantar oleh pihak rumah sakit. Bukan petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Medan.

Namun saat di tengah jalan, sopir ambulance dicegat warga sehingga peti mati jenazah diturunkan di depan gerbang TPU.

Dia juga membantah bahwa saat itu tidak ada petugas Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Deli Serdang yang bersiap di lokasi pemakaman.

"Gugus tugas ada di dalam. Jenazah dibawa oleh keluarga ke rumah, oleh Gugus Tugas Deli Serdang dijemput ke rumah dan akhirnya dikuburkan jam 12 malam," kata Ade kepada wartawan.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US