The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pengamat Sebut Prabowo Subianto dan Puan Maharani Memungkinkan Duet pada Pilpres 2024
Kolase foto Prabowo Subianto dan Puan Maharani (Antaranews)
News

Pengamat Sebut Prabowo Subianto dan Puan Maharani Memungkinkan Duet pada Pilpres 2024

Minggu, 11 April 2021 18:56 WIB 11 April 2021, 18:56 WIB

INDOZONE.ID - Pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung Harits Hijrah Wicaksana berpendapat bahwa Prabowo Subianto dan Puan Maharani memungkinkan berpasangan pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

"Bisa saja pasangan Prabowo-Puan dimajukan pada Pilpres 2024 itu," kata Wicaksana dilansir ANTARA, Minggu (11/4/2021).

Selama ini, komunikasi politik PDIP dan Partai Gerindra berjalan mulus. Keduanya digadang-gadang bersanding pada Pilpres 2024.

Jika terjadi, kata Wicaksana, hal itu akan mengulang sejarah Batumalang yang menetapkan pasangan Megawati-Prabowo pada Pilpres 2009 silam.

Seperti diketahui, Pilpres kala itu diikuti pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto.

"Saya kira namanya politik bisa saja Prabowo disandingkan dengan Puan pada Pilpres 2024," katanya.

Menurut Wicaksana, PDIP diuntungkan dengan sistem Presidential Threshold 20 persen dan bisa mengusung calon presiden sendiri.

Namun, kata dia, elektabilitas Puan masih belum memumpuni jika dipaksakan maju sendiri. Meski Ketua DPR RI itu memiliki garis keturunan Soekarno maupun Megawati. Rating Puan bahkan belum mengungguli kader PDIP lainnya, Ganjar Pranowo.

Wicaksana juga mengingatkan tentang flyer hoaks Moeldoko yang disandingkan Puan untuk Pilpres 2024. Namun, publik memberi respons negatif.

Wicaksana menilai bahwa hal itu sekadar bentuk 'cek ombak'. Wicaksana juga menyebut Ganjar lebih berpotensi jika diusung oleh PDIP nantinya. Hal itu, menurutnya, memungkinkan terjadi jika Puan maupun Megawati berjiwa negarawan.

Pilihan untuk kader di luar garis keturunan Soekarno bisa saja dilakukan kembali oleh PDIP setelah mengusung Joko Widodo selama dua periode.

"Saya kira konstelasi politik itu dinamis dan bisa saja Megawati mengusung kader terbaiknya Pak Ganjar Pranowo itu," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
JOIN US
JOIN US