The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ketegangan AS-Tiongkok Sebabkan Harga Minyak Variatif Awal Pekan Ini
Ilustrasi harga minyak dunia karena ketegangan AS-Tiongkok yang bebani sentimen. (Freepik).
News

Ketegangan AS-Tiongkok Sebabkan Harga Minyak Variatif Awal Pekan Ini

Masih jadi perhatian.

Selasa, 02 Juni 2020 08:56 WIB 02 Juni 2020, 08:56 WIB

INDOZONE.ID - Harga minyak berjangka cenderung variatif, menyusul meningkatnya ketegangan AS-Tiongkok yang membebani sentimen. Namun demikian, harga minyak juga mendapat dukungan dari laporan bahwa OPEC dan Rusia hampir mencapai kesepakatan memperpanjang pemangkasan produksi.

Harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup naik 48 sen, atau 1,3%, menjadi US$38,32 per barel, demikian laporan Reuters di New York, Senin (1/6/2020) atau Selasa (2/6/2020) pagi WIB.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, melemah 5 sen, atau 0,1%, menjadi US$35,44 per barel.

Harga itu juga mendapat dukungan setelah berita bahwa Organisasi Negara Eksportir Minyak dan Rusia, yang dikenal sebagai OPEC +, bergerak lebih dekat menuju kompromi pada perpanjangan pemotongan produksi minyak dan sedang membahas penambahan pemangkasan satu hingga dua bulan.

Aljazair, yang memegang jabatan presiden OPEC bergilir, mengusulkan agar OPEC + mengadakan pertemuan pada 4 Juni daripada yang direncanakan sebelumnya 9-10 Juni.

Ilustrasi kilang minyak dunia.
Ilustrasi kilang minyak dunia. (Pixabay/cmafla).

Cadangan di Cushing, Oklahoma turun menjadi 54,3 juta barel dalam sepekan hingga 29 Mei, kata para pedagang, mengutip laporan Genscape, Senin.

Sementara itu, Bank of America, Senin, mengatakan mereka percaya bahwa penutupan fasilitas minyak di Amerika Utara mencapai puncaknya pada Mei.

"Harga minyak menguat ke tingkat di mana penutupan tersebut tidak lagi masuk akal dan bakal mendorong produsen untuk segera mengembalikan produksi," menurut laporan BofA Global Research.

Namun, investor menjadi lebih berhati-hati, setelah China memperingatkan pembalasan atas langkah Amerika di Hong Kong.

Ilustrasi pengeboran minyak dunia.
Ilustrasi pengeboran minyak dunia. (Pixabay/raggio5).

Tiongkok meminta untuk menghentikan pembelian kedelai dan babi dari Amerika Serikat, kata dua narasumber, setelah Washington mengatakan akan menghilangkan perlakuan khusus AS bagi Hong Kong untuk menghukum Beijing.

"Kemungkinan meningkatnya ketegangan memang menimbulkan risiko bagi kenaikan harga minyak baru-baru ini," kata Harry Tchilinguirian, Kepala Riset Komoditas BNP Paribas.

Kekhawatiran ekonomi dan pertanyaan tentang pemulihan permintaan bahan bakar juga menekan minyak berjangka. Data manufaktur yang dirilis Senin menunjukkan pabrik di Asia dan Eropa sedang berjuang ketika penguncian yang diberlakukan pemerintah memukul permintaan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
M Fadli
Sigit Nugroho
Edi Hidayat

Edi Hidayat

Editor
M Fadli

M Fadli

Writer
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US