The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Geram! Ketua Satgas COVID-19 Minta Habib Rizieq Kooperatif Jika Tak Ingin Ditindak Tegas
Kolase foto Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo (Dok BNPB) dan pemimpin FPI Habib Rizieq Shihab (YouTube FRONT TV)
News

Geram! Ketua Satgas COVID-19 Minta Habib Rizieq Kooperatif Jika Tak Ingin Ditindak Tegas

Minggu, 29 November 2020 21:40 WIB 29 November 2020, 21:40 WIB

INDOZONE.ID - Ketua Satgas Penanganan (Satgas) COVID-19 Letjen Doni Monardo menyayangkan sikap pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Hal itu buntut sikap Habib Rizieq yang disebut-sebut menolak penelusuran kontak atau contact tracing.

Doni mengatakan, Testing, Tracing, Treatment (3T) merupakan langkah penting untuk mengendalikan penularan COVID-19.  Untuk itu, Doni meminta kepada masyarakat agar kooperatif.

"Saya telah menerima laporan dari Wali Kota Bogor Bapak Bima Arya dan Direktur Utama Rumah Sakit Ummi Andi Tatat. Atas laporan tersebut, Satgas Penanganan COVID-19, sangat menyesalkan sikap saudara M Rizieq Shihab yang menolak untuk dilakukan penelusuran kontak mengingat pernah melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19," kata Doni usai rapat bersama sejumlah pimpinan lembaga terkait pandemi COVID-19, Minggu (29/11/2020).

Tak mau sikap serupa terulang, Doni menyebut bahwa pemerintah akan mengambil tindakan tegas.

"Pemerintah akan melakukan langkah dan tindakan tegas bagi siapa pun yang melanggar ketentuan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat," kata Doni.

Doni juga meminta Habib Rizieq memberikan teladan yang baik kepada masyarakat. Dia kembali mengingatkan bahwa pemerintah akan bersikap tegas kepada siapapun pelanggar aturan.

"Kami meminta Saudara Rizieq sebagai tokoh masyarakat untuk kooperatif dan memberikan teladan dalam upaya penanggulangan pandemi COVID-19. Pemerintah akan melakukan langkah dan tindakan tegas bagi siapa pun yang melanggar ketentuan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat," kata Doni.

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) kembali menjadi buah bibir setelah meninggalkan RS Ummi Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (28/11/2020) malam.

Sebab, saat itu hasil pemeriksaan kesehatan Habib Rizieq, terutama hasil swab test, belum keluar.

Hingga kini banyak pihak yang juga mempertanyakan keberadaan Habib Rizieq usai pergi dari rumah sakit tersebut.

Ternyata, sikap Habib Rizieq menuai banyak kecaman. Termasuk dari Menko Polhukam Mahfud MD.

Mahfud menyayangkan sikap Habib Rizieq yang disebut menolak dilakukan penelusuran kontak.

"Kami sangat menyesalkan sikap Muhammad Rizieq Shihab yang menolak untuk dilakukan penelusuran kontak mengingat yang bersangkutan pernah melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19," kata Mahfud usai rapat bersama sejumlah pimpinan lembaga terkait pandemi COVID-19, Minggu (29/11/2020).

Mahfud pun mengimbau masyarakat agar kooperatif, sehingga penanganan pandemi COVID-19 bisa cepat tuntas.

"Kami meminta sekali lagi kepada masyarakat luas siapa pun agar kooperatif sehingga penanganan COVID-19 berhasil," kata Mahfud.

Mahfud mengatakan, contact tracing atau penelusuran kontak sangat diperlukan sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19. 

"Pemerintah ini menekankan sekali lagi bahwa, satu dalam situasi penularan COVID-19 yang masih terjadi maka setiap warga negara hendaknya menjalankan protokol kesehatan termasuk secara sukarela mau untuk dites, ditelusuri kontak eratnya serta bersedia menjalani perawatan atau karantina jika positif tertular virus corona," kata Mahfud.

Mahfud bahkan mengancam akan menerapkan tindakan tegas terhadap siapa saja yang melanggar ketentuan itu.

"Pemerintah akan melakukan langkah dan tindakan tegas bagi siapa pun yang melanggar ketentuan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat," kata Mahfud.

Artikel Menarik Lainnya:

Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US