The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Rusia Diprediksi Lakukan Serangan Militer, AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Ukraina
Gambar satelit menunjukkan pasukan dan kendaraan tempur Rusia dekat perbatasan Ukraina. (Maxar via REUTERS)
News

Rusia Diprediksi Lakukan Serangan Militer, AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Ukraina

Menyerang Ukraina.

Kamis, 27 Januari 2022 12:58 WIB 27 Januari 2022, 12:58 WIB

INDOZONE.ID - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kiev mendesak para warga negara AS di Ukraina untuk segera pergi keluar dari negara itu akibat situasi yang terus memanas dengan Rusia.

Kedubes AS beralasan bahwa situasi keamanan di Ukraina tidak menentu karena ada peningkatan kemungkinan bahwa Rusia akan melakukan aksi militer.

“(Keadaan keamanan di Ukraina) bisa memburuk dalam waktu singkat", kata kedutaan di lamannya mengutip Reuters via Antara, Kamis (27/1/2022).

Di Washington, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan Kedubes AS di Kiev akan tetap buka.

Namun, ia menambahkan bahwa para warga Amerika yang berada di negara bekas Soviet itu perlu mempertimbangkan untuk segera pergi.

Sebelumnya pada awal pekan ini, AS juga mendesak warga negaranya untuk tidak melakukan perjalanan ke Ukraina.

AS pada Rabu (26/1/2022) menyampaikan jawaban tertulis terhadap tuntutan Rusia soal keamanan.

Baca juga: Ternyata Bukan Air, Ini Isi 'Danau Tersembunyi' di Mars yang Masih Menjadi Misteri

Jawaban itu merupakan langkah kunci yang ditempuh dalam proses diplomatik yang rapuh, pada saat Rusia kembali menggelar latihan militer di daratan dan lautan dekat Ukraina.

Akan Beri Sanksi

Presiden AS Joe Biden pada Selasa (25/1/2022) menyebut-nyebut soal sanksi personal terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kendati merupakan tindakan langka, menurut Biden langkah itu bisa dianggap sebagai bagian dari upaya  Washington dan para sekutunya untuk meyakinkan Moskow bahwa agresi apa pun terhadap Ukraina akan harus dibayar mahal.

Rusia pada Rabu memperingatkan bahwa sanksi personal itu tidak akan merugikan Putin, namun akan "merusak dari segi politik."

Rusia telah menempatkan puluhan ribu tentara di wilayah dekat perbatasannya dengan Ukraina, namun membantah punya rencana melakukan serbuan.

AS telah menghabiskan waktu berminggu-minggu dalam menjalankan upaya untuk membangun kesepakatan dengan mitra-mitranya di Eropa soal penjatuhan sanksi jika Rusia melancarkan serangan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Rachmat Fahzry
JOIN US
JOIN US