The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

G7 Desak untuk Sumbang Pasokan Darurat Vaksin untuk Skema Berbagi Vaksin!
Botol berlabel "AstraZeneca, Pfizer-Biontech, Johnson & Johnson, vaksin penyakit coronavirus Sputnik V (Covid-19)" terlihat dalam gambar ilustrasi yang diambil pada 2 Mei 2021 ini. (photo/Dok. Asia One via REUTERS)
News

G7 Desak untuk Sumbang Pasokan Darurat Vaksin untuk Skema Berbagi Vaksin!

Selasa, 18 Mei 2021 14:52 WIB 18 Mei 2021, 14:52 WIB

INDOZONE.ID - Kepala UNICEF meminta negara-negara Kelompok Tujuh (G7) untuk sumbangkan pasokan untuk skema berbagi vaksin COVAX sebagai langkah darurat untuk atasi kekurangan parah akibat terganggunya ekspor vaksin di India. 

India telah mengekang ekspor vaksin AstraZeneca yang dibuat oleh Serum Institute-nya, yang telah dijanjikan kepada COVAX, untuk digunakan oleh negara itu saat memerangi gelombang infeksi kedua yang masif. Badan PBB UNICEF, yang bertugas memasok vaksin COVID-19 melalui COVAX, perkirakan kekurangan pasokan pada 140 juta dosis pada akhir Mei dan sekitar 190 juta pada akhir Juni. 

"Berbagi dosis berlebih yang tersedia dengan segera adalah langkah penghentian minimum, penting dan darurat, dan itu diperlukan saat ini," kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore, menambahkan bahwa ini dapat membantu mencegah negara-negara yang rentan menjadi hotspot global berikutnya.

Saat ini, para pemimpin G7 bersiap bertemu di Inggris bulan depan, kepala Organisasi Kesehatan Dunia pekan lalu mengecam "bencana moral" dari ketidakadilan vaksin, mendesak negara-negara kaya untuk sumbangkan dosis daripada menggunakannya untuk anak-anak yang kurang rentan terhadap penyakit parah. 

Mengutip penelitian baru dari perusahaan infromasi dan analisis ilmiah Airfinity, UNICEF's Fore mengatakan bahwa negara-negara G7 dapat sumbangkan sekitar 153 juta dosis jika hanya bagikan 20 persen dari pasokan yang tersedia selama Juni, Juli, dan Agustus. 

Ini bisa dilakukan sambil tetap penuhi komitmen untuk vaksinasi populasi mereka sendiri, katanya tanpa memberikan detail lebih lanjut. UNICEF sendiri mengatakan bahwa pembatasan manufaktur lain di luar India juga memperlambat pasokan dosis COVAX, tetapi penundaan itu diharapkan dapat diselesaikan pada akhir Juni nanti.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US